Aku membukanya. Ah, berlebihan sekali mendiang istriku itu, pikirku. Tak ada banyak kalimat di kertas itu. Tak seperti bayanganku.
Untuk Papa tersayang.
Maafin Mama yang sudah menutupinya selama 17 tahun. Mama mohon, menikahlah dengan Tante Sarah. Demi anak-anak kita. Hiduplah bahagia.
Aku tersenyum dan membaringkan tubuhku di ranjang yang penuh kenangan tentang pergumulanku bersama mendiang istriku.
Mama, aku merindukanmu.
Hutan Lindung, 2 September 2017
Puteri Soraya Mansur, penulis kumpulan cerpen Among-among (2016) dan kumpulan puisi Peri Cantik Untukkmu (2017)
