Wednesday, May 19, 2021
Home > Literasi > Opini/esai > Fasilitas Publik yang Tak Ramah Anak

Fasilitas Publik yang Tak Ramah Anak

Tatatertib Pedestrian Jomblo

Di bawah kepemimpinan walikota Jambi Sy Fasha, wajah Kota Jambi mengalami perubahan. Banyak taman-taman dibangun untuk mengubah citra Jambi menjadi kota yang nyaman. Bukan hanya nyaman dipandang, melainkan juga nyaman untuk ditempati, terlebih lagi dirindukan bagi mereka yang merantau.

Salah satu taman yang cukup menonjol dan pernah melahirkan kontroversi, yakni Taman Jomblo. Fasha digadang-gadang sebagian besar masyarakat sebagai peniru Ridwan Kamil – Walikota Bandung –  karena beliau juga telah lebih dulu mendirikan Taman Jomblo di Bandung. Lantas, apakah meniru adalah hal yang salah? Meski banyak yang protes terkait penamaan taman, tak sedikit pula yang mendukung pembangunan taman kota ini.

Taman Jomblo Jambi terletak di Jalan Jendral Basuki Rahmat, Paal Lima, Kota Baru, Kota Jambi, tepatnya bersebelahan dengan kantor Walikota Jambi. Taman ini bisa digunakan sebagai tempat santai bersama keluarga, tempat jogging, bermain sepeda, atau tempat nongkrong bagi anak-anak muda. Biasanya paling ramai saat akhir pekan. Tak ketinggalan pula para pedagang kaki lima yang siap meraup untung. Para pengunjung bisa juga berfoto di trotoar warna-warni atau di depan jargon taman ini yang bertuliskan Pedestrian Jomblo. Dalam Kamus Bahasa Indonesia V, arti pedestrian, yakni pejalan kaki.

Baca juga: Ada Ultraman di Taman Jomblo

Pengunjung Taman Jomblo sendiri bermacam-macam, mulai dari balita hingga orang dewasa. Yang sudah tua pun boleh datang ke tempat ini, asal dalam pengawasan keluarga ya! Memang tempat ini dialokasikan buat pengunjung untuk berjalan kaki. Selain sehat, pengunjung juga bisa mencuci mata. Bagi Sahabat Puan yang senang berolahraga, bisa juga datang ke tempat ini. Alat-alat olahraga sudah terpasang di trotoar warna-warni. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami peraturan penggunaan alat-alat olahraga tersebut.

Facebook Comments