Monday, May 10, 2021
Home > Gaya Hidup > Komunitas > Di Balik Rahasia Jari Menari

Di Balik Rahasia Jari Menari

Di Balik Rahasia Jari Menari

Ada yang pernah berkunjung ke lapak baca Komunitas Jari Menari? Biasanya mereka nongkrong di sekitaran Kantor Gubernur Jambi.  Ternyata tempat nongkrong mereka bukan hanya di sana saja. Apa sih jari menari itu? Kira-kira apa yang Sahabat Puan bayangkan bila mendengar kata jari menari? Penasaran? Simak wawancara puan.co berikut ini!

Mengapa diberi nama Komunitas Jari Menari?

Sebenarnya tidak ada latar belakang kenapa komunitas ini diberi nama Komunitas Jari Menari (KJM). Nama ini tiba-tiba langsung muncul di kepala penggeraknya. Sebenarnya cukup aneh nama komunitas ini ketika dikaitkan dengan dunia literasi. Tapi, tanpa kita pungkiri ketika jari-jari ini telah bergerak maka lahirlah sebuah karya baru. Tidak hanya itu, dengan jari-jari ini, kita membuka setiap lembar halaman buku yang sedang kita baca. Kami memaknai jari menari bukan berarti jari ini menari-menari. Akan tetapi setiap jari ini bergerak ke kiri, ke kanan, ke bawah, ke atas, bahkan tidak tahu arahnya, maka kami sebut jari ini telah menari-menari di atas buku, kertas, keybord dan kain kanvas. Karena komunitas Jari Menari adalah komunitas membaca, menulis dan melukis.

Baca juga: Gubuk Literasi Padepokan Djagat Djawa

Mengapa KJM harus ada?

Awalnya KJM ini ada hanya berlatar belakang rendahnya minat mahasiswa di kampus yang membicarakan dunia literasi. Awalnya hanya itu. Seiring berjalannya KJM ini, kami baru sadar, bahwasanya KJM harus tetap ada dan tetap berjalan. Minat baca di Indonesia sangat rendah dan pelukis-pelukis tangan saat ini mulai terlupakan seiring majunya teknologi.

Sejak kapan KJM berdiri?

Umur KJM masih sangat muda. KJM berdiri pada tanggal 8 Oktober 2016. Meskipun wacana untuk mendirikan KJM ini sebelum tanggal 8 Oktober 2016. Tapi kami penggerak menetapkan tanggal 8 Oktober adalah hari berdirinya KJM, bertepatan ketika kami pertama berkumpul di depan patung pahlawan Jambi, Sulthan Thaha Saifuddin, di kantor Gubernur Jambi.

Facebook Comments