Ada yang pernah berkunjung ke lapak baca Komunitas Jari Menari? Biasanya mereka nongkrong di sekitaran Kantor Gubernur Jambi. Ternyata tempat nongkrong mereka bukan hanya di sana saja. Apa sih jari menari itu? Kira-kira apa yang Sahabat Puan bayangkan bila mendengar kata jari menari? Penasaran? Simak wawancara puan.co berikut ini!
Mengapa diberi nama Komunitas Jari Menari?
Sebenarnya tidak ada latar belakang kenapa komunitas ini diberi nama Komunitas Jari Menari (KJM). Nama ini tiba-tiba langsung muncul di kepala penggeraknya. Sebenarnya cukup aneh nama komunitas ini ketika dikaitkan dengan dunia literasi. Tapi, tanpa kita pungkiri ketika jari-jari ini telah bergerak maka lahirlah sebuah karya baru. Tidak hanya itu, dengan jari-jari ini, kita membuka setiap lembar halaman buku yang sedang kita baca. Kami memaknai jari menari bukan berarti jari ini menari-menari. Akan tetapi setiap jari ini bergerak ke kiri, ke kanan, ke bawah, ke atas, bahkan tidak tahu arahnya, maka kami sebut jari ini telah menari-menari di atas buku, kertas, keybord dan kain kanvas. Karena komunitas Jari Menari adalah komunitas membaca, menulis dan melukis.
Baca juga: Gubuk Literasi Padepokan Djagat Djawa
Mengapa KJM harus ada?
Awalnya KJM ini ada hanya berlatar belakang rendahnya minat mahasiswa di kampus yang membicarakan dunia literasi. Awalnya hanya itu. Seiring berjalannya KJM ini, kami baru sadar, bahwasanya KJM harus tetap ada dan tetap berjalan. Minat baca di Indonesia sangat rendah dan pelukis-pelukis tangan saat ini mulai terlupakan seiring majunya teknologi.
Sejak kapan KJM berdiri?
Umur KJM masih sangat muda. KJM berdiri pada tanggal 8 Oktober 2016. Meskipun wacana untuk mendirikan KJM ini sebelum tanggal 8 Oktober 2016. Tapi kami penggerak menetapkan tanggal 8 Oktober adalah hari berdirinya KJM, bertepatan ketika kami pertama berkumpul di depan patung pahlawan Jambi, Sulthan Thaha Saifuddin, di kantor Gubernur Jambi.
Siapa pemilik KJM dan siapa saja anggotanya?
Jika ditanya siapa pemilik KJM, rasanya sulit mengatakan. Semua penggerak dan anggota mengatakan merekalah pemilik KJM ini. Tapi, di KJM ada juga struktur kepengurusan. Di struktur KJM memiliki; ketua, sekretaris, bendahara, divisi program, divisi kerja sama, divisi volunter, divisi publikasi dan dokumentasi.
Anggota KJM saat ini semuanya mahasiswa dari kampus UIN STS Jambi dan Universitas Jambi.

Apa perbedaan KJM dengan lapak-lapak lainnya?
Di lapak baca KJM tidak hanya membaca buku, di sana juga bisa melihat sketsa tangan, mendongeng, pembacaan puisi, diskusi tulisan dan belajar melukis. Tentunya tidak dalam satu waktu. Untuk belajar melukis di akhir waktu. Dan di lapak baca kita ada satu permainan yaitu panca sajak.
