Thursday, May 6, 2021
Home > Lingkungan > Tiga Hari Selusur Kopi Konservasi

Tiga Hari Selusur Kopi Konservasi

Pagi itu masih terlalu dingin, uap tubuh berbaur dengan kopi yang baru saja diseduh. Lamat-lamat kuhirup wangi kopi yang menguap begitu cepat mengalahkan dinginnya udara dalam ruangan. Memasuki musim hujan di penghujung tahun, rinai gerimis menambah kedinginan yang membuat tubuh-tubuh kami malas beringsut dari ruangan pertemuan yang sedari tadi riuh menceritakan demam kopi di masyarakat Desa Baru Kecamatan Jangkat , Kabupaten Merangin.

Cerita mengenai demam kopi tersebut, sambung-menyambung tiada henti. Antusias masyarakat bertanam kopi saat ini sedang berada pada puncaknya. Kini, pada tiga belas desa di Merangin yang tersebar di tiga Kecamatan, yaitu kecamatan Jangkat, Jangkat Timur dan Lembah Masurai tengah menggandrungi kopi sebagai komoditas utama perkebunan yang dapat diandalkan.

Kabupaten Merangin dan Kerinci merupakan dua lumbung kopi jenis Robusta dan Arabika di Provinsi Jambi. Pada event Selusur Jejak Kopi kali ini diikuti tujuh media cetak dan elektronik, baik lokal maupun nasional. Tujuh orang tim media visit diantaranya, Mongabay Indonesia, The Jakarta Post, Antara , Antara Foto, Tribun Jambi, Puan.co, Kompas TV dan Trans 7.  Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini, membawa kami pada nilai segelas kopi.

Bagi petani kopi, banyak harapan dan mimpi yang mereka gantungkan pada bulir-bulir kopi yang mereka panen. Ini tentang masa depan keluarganya, tentang masa depan keturunannya dan juga tentang masa depan jantung hutan dataran tinggi, yang berada dalam Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Namun, kopi bukanlah tanaman baru yang ditanam masyarakat di Kecamatan Jangkat dan Jangkat Timur, maupun Lembah Masurai. Sejak tahun 1980an, masyarakat yang hidup di kaki Gunung Masurai ini menanam kopi. Syofyan Ali, Ketua Kelompok Masyarakat Ramah Lingkungan Sinar Harapan,  Desa Gedang, Kecamatan Jangkat Timur menyebutkan bahwa era kopi telah membuat banyak kulit manis yang ditanam petani beralih menjadi tanaman kopi.

Facebook Comments