Monday, May 10, 2021
Home > Lingkungan > Asa Ruang Hidup Gajah di Tesso Nilo

Asa Ruang Hidup Gajah di Tesso Nilo

Asa Ruang Hidup Gajah di Tesso Nilo

Jambo, terlihat melumat lahap potongan pudding yang diberikan Dedi, mahout (perawat gajah)nya. Sinar mentari kemerahan di ufuk barat, menandakan senja merayap turun. Potongan pudding berbentuk segi empat seukuran kepalan telapak tangan orang dewasa itu tak satu pun dielakkannya. Dedi  terlihat berbincang sambil mengelus-elus punggung Jambo. Setidaknya sudah empat potong pudding yang sudah dimakannya. Jambo, gajah jantan berusia sepuluh tahun tersebut masih saja membukakan mulutnya tatkala potong pudding kelima masuk ke mulutnya.  Puding ini berbahan baku jagung pecah, dedak, beras ketan, gula merah dan mineral bubuk. Semua bahan-bahan direbus sampai lunak, kecuali mineral. Lalu dicetak berbentuk persegi panjang dan ditambahkan mineral. Setelah dingin, bisa langsung diberikan pada gajah. Dedi sudah lima tahun merawat Jambo, dia bercerita pemberian puding idealnya puding diberikan setiap satu kali dalam seminggu. “Kami berikan minimal satu bulan sekali, kalau gajah dibawa ke camp saja. Karena kalau lagi ngangon biasanya gajah makan rumput-rumputan dan beberapa pohon yang ada di sana,”sebutnya.

Jambo, adalah salah satu gajah yang berada di Flying squad (tim pengusir gajah liar) di Desa Pangkalan Gondai Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau milik Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo. Ada tiga flying squad yang ada di sekitar wilayah Taman Nasional Tesso Nilo, adalah tim Flying Squad Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (YTNTN), Flying Squad World Wild Fund (WWF) Program Riau, dan Flying Squad APRIL.

Jambo, saat ini berusia sepuluh tahun. Dedi mengatakan, dia satu-satunya gajah yang berasal dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo. Sementara dua gajah lainnya Novi dan Dono dari taman rekreasi di Tanjung Balai Asahan. Dedi masih ingat bagaimana pertama kali bertemu dengan Jambo. Jambo ditemukan awal 2012 oleh tim patrol YTNTN yang bersamaan dengan itu juga ditemukan dua mayat gajah dewasa yang diduga kuat kedua orang tua Jambo di sekitar Desa Pangkalan Gondai. Jambo sempat mengalami disorientasi sehingga sempat nyasar sejauh 60 kilo meter hingga di daerah jembatan kerinci. Tim patrol segera mengevakuasi dan menjinakkan Jambo.

Facebook Comments