Thursday, May 6, 2021
Home > Lingkungan > Sawit Merebut Rumah Orangutan

Sawit Merebut Rumah Orangutan

orangutan

Laju deforestasi hutan di Kalimantan dipastikan berada pada taraf yang sangat mengkhawatirkan. Departemen Kehutanan pernah mengeluarkan angka deforestasi Kalimantan pada tahun 2000 – 2005 mencapai sekitar 1,23 juta hektare. Artinya dalam setiap harinya, sekitar 673 hektare hutan di Kalimantan mengalami deforestasi. Lalu, bagaimana dengan tahun 2018?

Di awal tahun 2018, ada dua kasus kematian orangutan yang dibunuh secara tragis, yakni di Kalimantan Tengah dan di Kutai Timur, Kalimantan Timur. Cara pembunuhannya memang berbeda, namun efek dari kasus tersebut sama. Sama-sama menekan jumlah orangutan yang kian menurun. Padahal, hutan di Indonesia memerlukan orangutan sebagai sarana penumbuh pohon-pohon besar yang baru.

Luas hutan Kalimantan Timur diperkirakan mencapai puluhan juta hektare. Sayangnya, alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit, HPH (Hak Pengusahaan Hutan), serta tanaman industri dan pertambangan menjadi pemicu utama semakin tergerusnya hutan Kaltim. Semakin miris, di tengah kepungan perkebunan sawit dan HPH, kebakaran hutan juga terus memorak-porandakan hutan. Padahal di sana, ada primata yang lebih berhak: orangutan si pemilik hutan yang sebenarnya.

Direktur pelaksana Centre Orangutan Protection (COP) Kaltim, Ramadhani, mengatakan tergerusnya hutan karena pelebaran perkebunan sawit. Hal ini berdampak pada habitat dan pakan orangutan, yang semakin hari semakin menipis.

“Kami tidak meneliti hutan sebenarnya, tetapi yang kami dapat selama ini luas hutan terus berkurang oleh perusahaan sawit,” kata Dhani.

Perkebunan sawit, kata dia, telah menyumbang penghancuran hutan Kaltim secara signifikan.  Setidaknya, ada ratusan buldoser dan eskavator yang terus bekerja siang malam memperkecil hutan Kaltim. Tangan-tangan jahat manusia meratakan hutan yang tersisa kemudian penghancuran itu bagian dari upaya kematian orangutan.

“Seperti yang baru-baru ini, ada hutan yang sangat bagus di Kutai Timur. Namun, hutan itu tergerus oleh perusahaan sawit terbaru. Akibatnya, ada belasan orangutan terjebak di sana. luas hutannya pun menjadi sangat kecil, dan orangutan sangat mungkin akan berkonflik dengan manusia,” ungkapnya.

Facebook Comments