Thursday, April 16, 2026
Home > Lingkungan > Tiga Hari Selusur Kopi Konservasi

Tiga Hari Selusur Kopi Konservasi

Mastandar juga mengakui pengeluaran yang dilakukan dalam perawatan kopi pun kini berkurang. Dulu, dia harus menyiapkan dana lebih untuk membeli pupuk. Namun, sekolah lapang mengajarkan banyak cara alami yang bisa dilakukan untuk mengusir hama dan juga pembuatan pupuk organik.

Adanya kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Ediyanto,  menyebutkan mampu meningkatkan produktivitas kopi yang semula hanya berkisar 0,8-1,2 ton/hektar/tahunnya meningkat menjadi 1-2 ton/ hektar/tahunnya. “Kegiatan optimalisasai pengelolaan sumber daya alam lestari yang didukung pendanaan Millenium Chalenge Account (MCA) Indonesia, fokus pada empat kegiatan yaitu, perbaikan budidaya, pengolahan pasca panen, membuka akses pasar dan juga tata ruang mikro. Empat kegiatan ini terbukti meningkatkan produktifitas kopi dan peningkatan pendapatan bagi petani,” sebutnya.

Temaram senja membayang, rombongan media visit tiba di sebuah bangunan sederhana dengan luasan hanya sektar 4x 6 meter. Di atas bangunan tersebut terbentang tulisan “Sekretariat Koperasi Amanah Madras Sejati”. Seorang perempuan paruh baya tergopoh-gopoh menyambut kedatangan rombongan. Darma Julita nama perempuan itu, dia merupakan Ketua Koperasi Amanah. Dia kemudian bercerita bagaimana koperasi perempuan ini dibangun sejak Juni 2016.

“ Awalnya kita hanya Kelompok Wanita Tani Tamiang Kreatif yang hanya beranggotakan 15 orang perempuan. Kegiatan yang kami lakukan hanya pengajian saja dan sesekali kalau ada agenda bantuan baru ada rapat,” ujarnya mengenang perjalanan pembentukan koperasi yang saat ini sudah beranggotakan 37 orang petani perempuan.

Koperasi serba usaha ini mengolah produk hasil pertanian, diantaranya kopi dalam bentuk bean maupun bubuk, kulit manis dan jahe. Saat ini koperasi Amanah sudah memiliki satu buah gudang , dua mesin penggiling kopi basah dan kering, dua mesin pengolahan kayu manis. Menariknya, iuran simpanan wajib yang mereka kumpulkan berupa serbuk kopi. Setiap anggota menyerahkan simpanan berupa serbuk kopi sebanyak 2 kilo gram setiap anggota per bulannya.

Serbuk kopi yang bisa dikumpulkan itu, setiap bulan mencapai 200 kilo gram. Sementara kata Darma, beberapa toko di Bangko banyak membutuhkan setidaknya 80 kilo gram setiap minggu nya. “ Kita saat ini terkendala dengan modal. Karena sifatnya masih swadaya, jadi modal yang dimiliki terbatas. Sementara untuk pasar yang masih bisa kami jajaki baru sebatas ibukota kabupaten saja. Sementara untuk tempat lain belum ada yang bekerjasama,” ulasnya.

Malam menyisakan dingin yang menusuk, tatkala dua mobil yang kami tumpangi beriringan merangkak menuju Kabupaten Kerinci. Jejeran perbukitan tak lagi mampu kami nikmati, karena lelap sudah menguasai kelopak mata yang telah lelah. Udara sejuk pegunungan Kerinci menyapa kedatangan rombongan media visit. Rinai hujan menyambut pagi dan membuat udara semakin dingin.

Translate »