Monday, May 10, 2021
Home > Literasi > Cerita > Kembangsari

Kembangsari

tengah hamil muda

Perempuan sahabatku itu kini tengah hamil muda. Setiap kali aku mengunjunginya, matanya mengerjap ceria dan pipinya bersemu merah. Ia lalu menceritakan kebahagiaannya kepadaku. Kalau saja aku bukan sahabat yang baik, aku akan jengah mendengar cerita yang sama. Seharian ia akan berceloteh panjang tentang kehamilannya. Ingin sekali aku jujur bahwa aku telah jemu mendengar kisahnya. Namun bila itu kulakukan, aku akan kehilangan satu-satunya sahabat dekat. Lebih kutakutkan lagi, aku tak bisa bercengkerama dengannya.

Kehamilan perempuan itu bukan melalui perkawinan yang sah. Ia selalu tak pernah menyesalkan ini terjadi. Namun di balik itu, ia tak mau memberi tahu siapa lelaki di balik perut bulatnya itu. Tatkala pertama mendengarnya, ingin sekali kuhardik lelaki yang tak bertanggung jawab itu, tapi siapa lelaki itu? Aku juga tak tahu. Sebab ia memiliki banyak sekali teman laki-laki.

Bila aku ada waktu luang, aku acapkali diam-diam menyelinap ke arah tempat tinggalnya. Kuamati satu per satu kendaraan yang berlalu lalang. Barangkali saja ada lelaki yang akan berhenti di dapan rumahnya, mengetuk pintu, dan masuk sembunyi-sembunyi. Barangkali dengan melakukan spionase begini, aku bisa mengetahui siapa ayah dari calon buah hati sahabatku itu.

***

“Perempuan lain tentu akan meminta pertanggungjawaban lelaki yang menghamilinya, tetapi kau tidak. Kau malah bangga akan hal itu. Berusaha menggugurkannya pun tidak. Aku tidak mengerti cara berpikirmu,” terpaksa kuucapkan begini,  suatu hari ketika bersamanya.

“Ini bagian terindah antara aku dan dia. Tak mungkin aku meminta pertanggungjawaban darinya. Dia sudah punya keluarga, punya istri, dan punya anak. Kalaupun dia meninggalkanku, setidaknya aku punya kenangan yang indah darinya. Kenangan yang akan hidup dan memiliki nyawa. Seorang anak yang lucu, yang kelak tawa renyahnya akan menghilangkan segala gundah dan kesepianku” jawabnya dengan nada bahagia. Ia lalu mengelus perutnya yang semakin hari semakin membesar seperti balon.

Facebook Comments