Wednesday, May 19, 2021
Home > Peluang Bisnis > Sebelik sumpah, Bisnis Sampingan Suku Anak Dalam

Sebelik sumpah, Bisnis Sampingan Suku Anak Dalam

sebelik sumpah orang rimba

Sahabat Puan pernah mendengar sebelik sumpah khas sad (Suku Anak Dalam)? Jika belum pernah, ayo simak liputan puan.co!  Sebelik sumpah merupakan kerajinan tangan khas orang rimba / SAD di TNBD (Taman Nasional Bukit Duabelas). Kerajinan tangan ini berupa gelang, kalung, dan gantungan kunci.

Orang rimba atau SAD meyakini bahwa kalung dan gelang sebelik sumpah memiliki kekuatan magis meski tanpa diberi mantra sekalipun. Mereka percaya bahwa orang yang memakai kalung dan gelang sebelik sumpah akan terbebas dari sumpah serapah orang-orang yang bermaksud jahat. Malah, sumpah serapah itu dipercaya akan berbalik ke tuannya, seperti senjata makan tuan. Selain itu, sebelik sumpah juga bisa menjadi penolak bala yang datang kepada mereka.

Karena penasaran dengan kerajinan tangan khas ini, saya pun berkunjung ke Sako Napu Makekal Hulu di TNBD (Taman Nasional Bukit Duabelas) Merangin, Jambi. Di ibu kota Kabupaten Merangin, yaitu Bangko, tepatnya di mes Sokola Rimba, saya bertemu dengan dua SAD yang ramah, Mijak Tampung dan Penangguk Sunting. Dari Bangko menuju Sako Napu Makekal Hulu, perjalanan kami memakan waktu empat jam lebih.

Meski tidak ada listrik, TNBD tidaklah seseram yang dibayangkan. Sebagian orang rimba juga sudah mengikuti peradan modern. Mereka sudah memakai pakaian dan memiliki android.  Di TNBD, ternyata banyak kekayaan alam tersembunyi, salah satunya pohon sebelik sumpah. Pohon berjenis keras ini sangat dikeramatkan oleh orang rimba karena kekuatan gaibnya. Pada zaman dahulu,  orang rimba acapkali melakukan ritual lalu menyanyikan rayuan puitis sebagai penanda izin untuk memanjat dan mengambil buahnya. Orang rimba akan bernyanyi sampai pohon sebelik sumpah luluh dan memberi izin.

Karena saat itu saya tengah kelelahan pulang dari tepi hutan adat sebab berjalan kaki selama lima jam, saya pun tidak sempat mengikuti perjalanan Penangguk mengambil buah sebilik sumpah. Tiba-tiba saja Penangguk dan beberapa anak tengah memecahkan buah sebilik sumpah untuk diambil bijinya. Biji-biji inilah yang kemudian akan dijalin bersama tali khusus untuk dijadikan gelang, kalung, atau gantungan kunci.

Facebook Comments