Monday, May 10, 2021
Home > Literasi > Cerita > Terkasih

Terkasih

“Loh, kok mau menikahnya dengan Sigit Siswanto sih, Kak? Bukannya yang dekat denganmu justru Sigit Marianto?” Aku merespons cerita Kak Ita, kakak perempuanku, dengan ekspresi tidak percaya.  Kak Ita justru cuma tersenyum.

“Jodoh memang aneh, yang dipacarin siapa, eh yang dinikahin orang yang lain pula,” gumamku padanya. Kak Ita masih tersenyum. Kami lalu mengobrol banyak hal terkait perempuan.

Apa pun pilihan Kak Ita, aku yakin lelaki itu pastilah orang yang sempurna. Aku tahu persis bagaimana Kak Ita.  Ia tipe perempuan yang tidak gampang jatuh cinta. Berkebalikan denganku. Melihat cowok gondrong bersuara merdu dan jago main gitar saja, dipastikan sudah bikin aku setengah jatuh cinta mendadak.

Kak Ita memang berbeda sejak dulu. Ia perempuan yang pintar sejak kanak-kanak. Peringkat tiga besar di kelas, selalu saja d sabetnya.  Kelebihan itu jugalah yang membuatnya diterima Sekolah Menengah Analis Kesehatan  Bandar Lampung. Sebab tak semua orang bisa diterima di sana. Hanya orang-orang pilihan yang memiliki otak encer. Betapa beruntungnya lelaki itu, ia pasti telah lebih dulu menaklukkan otaknya sebelum kemudian mendapatkan hati Kak Ita.

“Orangnya baik, Wi. Soleh lagi. Setiap pagi sebelum aku masuk kelas, ia selalu mengelap meja dan kursi tempatku dudukku.  Itu tanpa ku ketahui loh,” aku melongo mendengar penjelasan Kak Ita.

“Hah? Ngelap kursi? Serius Kak?” aku jelas tidak percaya.

“Halah, pasti karena orangnya pintar, iya kan?” lanjutku tertawa setengah menebak.

“Kalau itu sudah pasti dong!” Kak Ita mencubit hidungku sambil meloyor pergi. Sementara aku sendiri masih tidak percaya pada apa yang Kak Ita sampaikan barusan.

**

Beberapa tahun kemudian, saat langit-langit di  kamarku terasa menenangkan, aku kembali memikirkan Kak Ita. Aku pernah sangat iri kepadanya.  Hidup kakak perempuanku itu terlihat berjalan dengan mudah dan sempurna. Ia anak perempuan yang kerap dibanggakan papa. Sementara aku hanya menjadi bayang-bayang yang sering di banding-bandingkan dengan dirinya. Utamanya soal prestasi akademik.

Facebook Comments