Thursday, May 6, 2021
Home > Dapur Puan > Kuliner > Sensasi Ngopi di Kafe Anomie

Sensasi Ngopi di Kafe Anomie

Sensasi Ngopi di Cafe Anomie

Ngopi yuk!

Kalimat tersebut bagi saya tidak hanya ajakan meminum kopi belaka. Sebab ngopi mampu mengakrabkan, mendekatkan, dan meningkatkan keintiman sebuah hubungan, baik itu pasangan, persahabatan, bahkan gebetan.

Dalam konsep saya dahulu, ngopi itu kebiasaan yang dimiliki laki-laki. Misalnya saja ada sekumpulan bapak-bapak atau pria dewasa yang nongkrong malam hari di warteg atau warkop sambil main kartu, gaplek, dan sebagainya. Namun kini, konsep tersebut telah bergeser dan berubah.

Hijrah ke Yogyakarta menyadarkan saya bahwa ngopi milik semua gender dan kalangan. Tidak hanya laki-laki, tetapi juga perempuan. Tidak hanya pria dewasa dan yang sudah bekerja, muda-mudi pelajar dan mahasiswa pun menikmatinya, sambil berbagi cerita dan pengalaman, dari kopi di warung sederhana sampai warung elite dengan desain yang nyentrik dan unik.

Beradasarkan tajuk yang dibuat oleh Tribun Jogja 16 Februari 2018, tercatat potensi bisnis kopi di Yogyakarta menembus Rp350,4 milyar dari sekitar 800 kedai kopi. Bukan sekadar kopi saset instan saja, jenis biji kopi asli yang tersebar di nusantara pun dapat dinikmati dengan beragam sensasi, baik sensasi rasa maupun cerita.

Ya. Cerita. Karena barista dapat diajak bercerita sembari menggiling kopi yang kamu pilih. Menyajikan kopinya pun bisa dengan cara yang kamu pilih sendiri. Cara barista mempersiapkan kopi acapkali menimbulkan banyak tanda tanya tersendiri bagi mereka yang awam dengan kopi, termasuk saya. Kecuali jika Anda pengikut setia Dee Lestari, yang banyak observasi tentang kopi sebelum dia menulis buku berjudul Filosofi Kopi.

Jika pun saya harus kembali lagi ke warung/kafe sejenis ini, saya butuh lebih dari dua kali kembali untuk memahami jenis kopi, jenis penggilingannya, dan cara penyajiannya. Karena proses pengolahan dan penyajian kopi memiliki beragam istilah.

Facebook Comments