Thursday, May 6, 2021
Home > Literasi > Cerita > Cinta untuk Lara

Cinta untuk Lara

anak tuli

Gadis kecil itu berlari mendekati seorang perempuan. Ia menyentuh punggung tangan perempuan itu dengan bibir mungilnya. Kemudian ia tarik tangan itu dengan lembut. Mata sipitnya mengerjab indah, polos, dan tulus.Senyumnya mengembang, memperlihatkan gigi-giginya yang kecil, rapi, dan terawat. Mulutnya bergerak-gerak, mengeluarkan kata-kata dengan bunyi yang tidak jelas. Namun, perempuan itu memahaminya.

“Ibu juga sayang padamu,” ucap perempuan itu pada anaknya. Direngkuhnya gadis kecil itu dalam dekapnya. Lara, nama gadis kecil itu. Ia dekap lebih erat tubuh perempuan itu.

*

Dayu tahu gunjingan itu ditujukan untuknya.

Tiap kali ia melewati warung sayur di ujung gang kecil itu, ia bisa melihat perempuan-perempuan berkumpul, yang intonasi suaranya mulai menurun, berbisik-bisik. Tatapan sinis menuju ke arahnya.

Senyum dan sapaan yang kerap ia lemparkan ke kelompok perempuan itu tidak pernah terbalas. Pada akhirnya, ia lebih memilih berjalan dengan lebih cepat dan menyembunyikan wajah sedalam-dalamnya pada jilbab lebar yang hampir menutupi sebagian tubuhnya.

Lara juga kerap menjadi korban dalam situasi itu.

Empat meter sebelum mencapai warung, Dayu biasanya mulai mengandeng tangan Lara dengan kuat. Ia setengah menarik gadis kecil itu agar berjalan cepat mengiringi langkah kakinya. Lara tidak pernah protes.

Tatapan mata perempuan di warung itu juga kerap membuat Lara takut. Genggaman tangan Dayu dipahaminya sebagai isyarat lain. Kalau tidak jalan sambil bersembunyi di bawah jilbab besar Dayu, Lara kerap berlari mendahului Dayu. Lara kerap terenggah-enggah menunggu Dayu di ujung gang.

“Maaf kan Ibu ya, Nak,” sambil menyeka keringat di kening gadis kecilnya, Dayu berbisik demikian. Tatapan mata sipit dan tulus milik Lara menjadi jawaban atas setiap bisikannya.

Facebook Comments