Sehari, seminggu, sebulan, setahun, sewindu, tawaku semakin nyaring. Dimana pun aku berada aku tertawa. Hatiku kini sudah tidak diliputi rasa sedih, tawa yang telah menghapus semua kesedihanku. Orang-orang melihatku, mereka juga ikut tertawa, menyaksikan tingkahku dengan pakaian kumal, compang-camping, rambut kotor dan gimbal. Namun aku tetap tertawa, memamerkan gigi-gigiku yang hitam. Aku melihat langit mimpiku semakin berwarna. Hahahahahaha ….
“Dasar Edan!”
2017
Biodata Penulis:
Nana Sastrawan, seorang guru yang menulis, pernah meraih penghargaan Acarya Sastra IV dari Badan Pengembangan Pusat Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2015.
