Monday, May 10, 2021
Home > Literasi > Cerita > Tiga Tangis Perempuan

Tiga Tangis Perempuan

Tiga Tangis Perempuan

SIAPA perempuan ini? Dari mana asalnya, ke mana tujuannya aku tidak tahu. Dia hanya perempuan yang aku temui di angkot yang sedang sepi penumpang. Aku sungguh tidak akan memperhatikan dia kalau saja tidak mendengar tangisnya. Matanya basah.

Perempuan cantik. Usianya kutaksir 10 tahun lebih muda dari ibuku. Tingginya sama, besarnya sama dan yang paling penting cara menangisnya sama. Dia jauh lebih cantik dari ibuku, lebih rapi dan modis. Bibir merah mudanya bergetar menahan tangis.

“Pelabuhan ya, Pak,”

Sekarang aku tahu, kemana dia akan pergi. Dia turun dengan sedikit senyum yang dipaksakan. Angkot kembali berputar dan entah untuk alasan apa aku juga sudah turun dari angkot tadi. Kurasa otak dan kakiku sedang tidak sinkron. Mana mungkin aku ingin sekali turun dan tahu hal lebih banyak lagi tentang perempuan itu hanya karena cara menangisnya sama seperti ibuku. Siapa dia, mau ke mana, terlebih lagi kenapa dia menangis seperti tadi. Seingatku, ibu pernah menangis persis seperti perempuan tadi ketika ia akan meninggalkan aku dan adikku untuk pergi jauh, jauh sekali. Atau ketika nenekku secara terang-terangan mengusirnya. Selebihnya tidak pernah. Atau mungkin lebih tepatnya, ibu lebih sering menyembunyikan tangisannya. Akankah dia pergi jauh seperti ibuku? Kemana anaknya? Mungkin ibuku seusianya saat dulu memutuskan untuk pergi.

“Titip Bapakmu ya.” itu saja pesan singkatnya.

Perempuan itu berdiri menghadap laut, sengaja aku duduk di kursi penumpang yang paling dekat dengannya. Rambut hitam lurusnya diterbangkan angin. Masih menangis. Kenapa dia? Apa masalahnya? Aku mulai menebak sendiri. Apa anaknya sedang sakit keras? Atau apa mungkin suaminya baru saja meninggal dunia? Tapi tidak mungkin, dia harusnya lebih memilih di rumah jika memang sedang dalam keadaan berduka. Dia melirik ke arahku kemudian melempar senyum. Sangat mirip dengan hal yang dilakukan ibuku. Sedang berpura-pura kuat. Kemudian aku bangkit berdiri, tepat berada di sebelah kanannya. Menghadap laut.

Facebook Comments