Jari jemari saya membolak-balikkan daftar menu yang terdiri 4 lembar itu. Ada banyak menu yang terpampang di sana dan satu menu yang menarik perhatian yaitu rica-rica ceker. Tanpa ragu saya memesan makanan itu beserta nasi, cah kangkung dan segelas es milo.
Awalnya yang datang ialah es milo dan nasi. Saya tertarik dengan wadahnya yang benar-benar seperti bohlam lampu. Meski bukan yang pertama kali saya melihat sajian seperti itu, tetapi meminum minuman dari gelas bohlam lampu merupakan yang pertama kalinya. Saya membayangkan ‘menyedot listrik’ dari bohlam lampu yang menyala hingga perlahan-lahan meredup.
Belum habis es milo, datanglah si adik pemilik cafe Queeno itu dengan membawa sayur kangkung. Saya yang hobi makan cah kangkung ini, langsung mencicipinya. Mata saya berbinar-binar. Sungguh pas masakannya. Saya suka cah kangkung yang dimasak tanpa tambahan bumbu seperti penyedap, kecap, terasi, atau lainnya. Murni sayur kangkung dengan bumbu tumis biasa.
Tags: rica-rica ayam rica-rica manado rica-rica bebek cara masak rica rica jawa ayam rica rica kemangi resep ayam rica rica manado resep rica rica ceker resep rica rica menthok resep rica rica ikan resep rica rica bebek resep rica rica daging.
Tak berapa lama, datanglah si menu utama, rica-rica ceker. Saya ambil 1 buah ceker itu dan memasukkannya ke mulut. Saat seluruh langit-langit mulut dan lidah saya mencecap ceker itu, hati saya serasa bahagia. Akhirnya, aku menemukan menu baru.
Terus terang, saya hampir mati kebosanan dengan menu-menu yang disajikan beberapa cafe atau warung makan yang ada di Muara Bulian. Setiap kali saya hendak makan, pasti bingung menentukan makanan apa yang hendak saya beli. Saya ingin sekali mencoba menu-menu baru.
Saat seorang teman mempromosikan cafe milik perempuan bernama Eno itu pada dua hari lalu, saya ingin segera mencobanya. Saya penasaran dengan menunya. Ternyata, sangat recomended. Tidak menyesal mengeluarkan kocek 10 ribu untuk seporsi ceker yang berisi 8 buah ceker. Kalau kata Bondan Winarno: Maknyos!

Selain masakannya yang endes, suasananya terasa lapang karena lokasi cafe ini persis di depan rumah si pemilik yang halamannya cukup luas. Musik Barat 90-an menemani saya selama menyantap menu yang saya pesan sehingga menambah betah dan ingin berlama-lama nongkrong di situ. Jika tidak mengingat waktu semakin larut, saya pasti akan menghabiskan malam di situ.
Sahabat Puan ingin membuktikan tulisan saya ini? Silakan datang ke Cafe Queeno di Km. 1/ Pal 1 Muara Bulian, Batanghari, Jambi, sebelah CV. Berlian Offset. Selamat mencoba!
