Thursday, May 6, 2021
Home > Lingkungan > Saatnya Memanen Air Hujan

Saatnya Memanen Air Hujan

Memanen hujan

Sahabat Puan pernah mengalami bagaimana rasanya kekurangan air bersih di musim kemarau? Situasi seperti ini akan membuat kita panik karena harus mencari air bersih untuk keperluan sehari-hari. Jika sumur mengering, air sungai tercemar, dan PDAM tak mengalir, maka solusi akhir adalah dengan cara membeli. Jika mendapatkan air bersih dengan membeli, tentu biaya yang dikeluarkan pun menjadi sangat mahal.

Sebagai negara tropis dengan curahan hujan yang cukup tinggi, penduduk di negeri ini seharusnya tak perlu khawatir akan dibayangi krisis air bersih. Namun, fakta berkata lain, dari tahun ke tahun krisis air bersih terus mengancam sendi-sendi kehidupan masyarakat di berbagai daerah. Bahkan, saking kesulitan mendapatkan air bersih, tak sedikit masyarakat yang akhirnya terpaksa memanfaatkan air sungai yang kotor dan tak layak digunakan untuk keperluan mandi, mencuci, bahkan memasak. Sungguh miris!

Agar kisah pilu seperti itu tak terulang lagi, ada baiknya Sahabat Puan mencoba memanen air hujan (rain water harvesting) untuk antisipasi kekurangan air bersih. Meski sebagian masyarakat di Indonesia sudah ada yang memanfaatkan air hujan sejak dulu kala, namun gerakan memanen air hujan sepertinya belum begitu diminati banyak orang. Bisa jadi dikarenakan ketidaktahuan mereka tentang cara yang efektif untuk melakukan pemanenan air hujan ini. Selain itu, kebanyakan masyarakat juga masih ragu apakah air hujan baik digunakan untuk keperluan sehari-hari atau tidak. Padahal, banyak sumber mengatakan bahwa air hujan ini aman digunakan karena kadar pencemarannya jauh lebih kecil dibandingkan pencemaran yang terjadi pada air tanah.

Seperti diungkapkan I Gede Wenten, ahli membran dan kimia air dari Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB), air hujan relatif belum tercemar, tapi butuh pengolahan hingga siap konsumsi. Dia optimistis kita bisa mandiri menyediakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Wenten merupakan ahli yang meraih 15 hak paten. Salah satu temuannya adalah penyaring berpori atau membran skala nano yang bisa menyaring semua materi pencemar dalam air, termasuk bakteri. Sistem membran memiliki nanofiltrasi yang ukuran porinya lebih kecil dari ukuran bakteri 0,5–5 mikron atau 0,001 mm. Dengan sistem membran itu, air kotor bisa disaring jadi air bersih. (Sumber:http://sains.kompas.com/read/2015/03/09/15090421/Memanen.Hujan.untuk.Air.Bersih)

Facebook Comments