Friday, May 22, 2026
Home > Literasi > Cerita > Tiga Tangis Perempuan

Tiga Tangis Perempuan

Tiga Tangis Perempuan

“Ceritakan tentang Ibumu.” seolah-olah dia bisa membaca pikiran, dia meminta.

“Ibuku wanita tersabar dan paling pemaaf. Sebanyak apapun suaminya menyakiti, ia akan tetap bertahan dan memaafkan. Tidak peduli berapa kali dikhianati, tidak peduli seberapa banyak luka yang telah dibuat, ia tetap bertahan dan memaafkan. Berulang kali, dengan kesalahan yang dilakukan laki-laki yang sama. Bapakku sendiri.”

Kali ini, perempuan itu menatapku. Airmatanya kembali meleleh.

“Seandainya, istrinya sebaik Ibumu, seandainya aku berhadapan dengan orang sesabar Ibumu dan seandainya anaknya sebaik kamu,” dia kembali menangis.

Aku tidak mengerti apa yang dia katakan, hampir saja aku bertanya sebelum dia mengeluarkan selembar foto yang dia tunjukkan padaku.

“Ini suamiku.” Aku mematung.

“Aku sangat mencintainya, tapi dengan cinta yang salah.”

Tanganku dingin, dadaku berdetak hebat. Bu, perempuan ini benar-benar sama sepertimu, tingginya sama, cara menangisnya sama, bahkan dia juga mencintai laki-laki yang sama. Airmataku leleh dan perempuan itu menatapku.

 

-Selesai-


Titik Fatima, Lahir di Bangkalan Madura. Aktif bergiat di Komunitas Literasi Bawah Arus Bangkalan.

Translate »