Saturday, May 9, 2026
Home > Kupas > Sepasang Puisi dari Gang Semangat

Sepasang Puisi dari Gang Semangat

Sepasang Puisi dari Gang Semangat

 

Apakah menjadi penulis adalah cita-cita?

Puisi dan sastra secara umum itu minat saya. Cinta saya. Saya tidak punya alasan untuk meninggalkannya dan punya puluhan kemungkinan untuk terus menyuntukinya.

 

Mengapa Bang Koto suka menulis? Ada keterununan dari keluarga penulis atau bagaimana?

Suka itu susah didefenisikan. Tidak ada alasan untuk tidak menyukainya. Saya tidak tahu soal turunan itu. Akan tetapi, saya kira memang ada bakat di situ. Bakat alam. Jadi saya bukan penyair yang banyak paham soal teori. Puisi itu rumit, karena itu pula saya mencintainya.

 

Pesan buat pembaca!

Beli bukunya dan baca ya! Puji-pujilah di media sosial meski kamu agak berdusta mengenai itu. Hahahaha….

Tidak, tidak. Saya hanya bercanda. Pesan saya: belilah buku sastra di Jual Buku Sastra. Ah, saya bercanda lagi.

***

 

Hal yang paling teringat usai berkunjung ke JBS beberapa bulan silam adalah ketika eks moderator abadi JBS – kekasih saya –  bertanya, ”Kamu tidak minta foto kepada mereka berdua?” sambil tersenyum saya menjawab, “Saking asyiknya ngobrol memang bisa lupa diri, namun yang terpenting dari sebuah pertemuan bukanlah foto bersama, melainkan perbincangan yang akan selalu terkenang dalam ingatan.” Motor kami melaju ke arah Kasihan Bantul menuju warung Bali milik seorang teman, Ni Komang Ira Puspita. Ah, saya jadi ingin ke Yogya lagi.

Translate »