Thursday, May 6, 2021
Home > Kupas > Pesan Harmoni dan Kebhinekaan Waisak 2562/2018

Pesan Harmoni dan Kebhinekaan Waisak 2562/2018

Nilai toleransi dan keharmonisan di bumi nusantara telah berkembang dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam masyarakat Indonesia sejak jaman kejayaan sriwijaya dan Majapahit. Nilai nilai toleransi dan  keharmonisan sangat penting untuk memahami kebhinekaan demi menjaga keutuhan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bhineka Tunggal Ika berbeda-beda tetapi tetap satu, sebuah kalimat dari seorang guru dharma di jaman Majapahit yaitu Empu Tantular di abad ke 14. Semboyan ini masih terus menjadi kekuatan pemersatu dan harmoni dalam kebhinekaan untuk bangsa dan NKRI. Sebagaimana kehadiran sang Budha di dunia ini adalah untuk kebaikan, kebahagiaan dan kesejahteraan umat manusia, demikian halnya kehadiran setiap individu yang mengenal dharma hendaknya menjadi cahaya terang menciptakan kebaikan untuk menjaga kebhinekaan yang ada demi persatuan dan kesatuan.

 Sikap awal dalam menjaga keutuhan bangsa ini adalah memahami kemajemukan  sebagai sebuah realitas kekayaan bangsa yang dipersatukan oleh nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Harmoni dalam kebhinekaan untuk bangsa , ditetapkan Sangga Agung Indonesia sebagai tema Waisak tahun 2562 Budhis era tahun 2018.

Bagi keluarga  Budhayana Indonsesia, yaitu mendiang bante Asin Jinarapita Mahatera, beliau mengedepankan pandangan non sektarian untuk dapat melihat secara objektif kebhinekaan yang ada di Indonesia, suku, agama, ras dan golongan, mengajak untuk terus menciptakan kerukunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dengan senantiasa memiliki ucapan , pikiran dan perbuatan yang berdasarkan cinta kasih dan kasih sayang.

Semoga momentun waisak 2562 Budhis era tahun 2018 terus tetap menguatkan keharmonisan dalam kebhinekaan seluruh NKRI. Selamat merayakan Waisak. Semoga kekuatan sang Budha, dhamma dan sangga bangsa dan NKRI senantiasa selalu dalam keadaan aman, damai tentram dan sejahtera. Semoga berkah usia panjang, kesehatan, kebahagiaan ada pada kita sama. Namo sanghyang adi budaya, namo budaya.

Facebook Comments