Monday, May 10, 2021
Home > Lingkungan > Gunung Merapi Memasuki Level 2: Warga Diimbau Tetap Tenang

Gunung Merapi Memasuki Level 2: Warga Diimbau Tetap Tenang

Gunung Merapi Memasuki Level 2: Warga Diimbau Tetap Tenang

Beberapa hari terakhir, warga Yogyakarta sedang mengalami kegelisahan. Hal ini terjadi karena Gunung Merapi yang merupakan salah satu gunung aktif mulai memunculkan letusan freatik.

Rabu (23/5), BPPTKG Yogyakarta terus melakukan monitoring secara intensif terhadap aktivitas Gunung Merapi. Press Released di akun twitter @BPPTKG menjelaskan bahwa telah terjadi satu kali letusan freatik pada pukul 03.31 WIB dengan durasi kejadian selama 4 menit, tinggi kolom letusan 2000 M, dengan kolom letusan ke arah barat daya.

Hanik Humaida, Kepala Balai Penyelelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta, saat ditemui tim Media TV News menyampaikan, “Jadi untuk jenis letusan, kita sekarang tidak usah lagi mempersalahkan letusan freatik atau magmatik, yang jelas gini, itu sudah jelas ada kemungkinan bahwa magma akan menuju ke permukaan. Untuk ke depannya kita akan pantau terus,” tegasnya. Pemantauan ini pun melibatkan beberapa stakeholders untuk terus berupaya dan bekerja sama dalam menjaga serta mengawasi aktivitas Gunung Merapi.

Tak hanya itu, sekitar pukul 10.12 WIB pun telah diadakan sosialisasi terkait dengan aktivitas Gunung Merapi di posko utama pakem oleh Bapak Subandriyo, BPPTKG, bersama jajaran muspika Kabupaten Sleman. Sosialisasi ini dimaksudkan untuk menjelaskan berbagai aktivitas Gunung Merapi yang terjadi serta mengimbau masyarakat agar tetap tenang.

Akun instagram @BPPTKG menambahkan pada pukul 13.49 WIB telah terjadi letusan dengan durasi kejadian 2 menit menimbulkan suara gemuruh yang terdengar dari pos PGM Babadan, tetapi kolom letusan tidak teramati dari semua pos PGM. Gunung Merapi yang sebelumnya (21/5) berstatus normal kini berubah menjadi waspada (Level 2). Hasil analisis morfologi kawah Gunung Merapi dari pemantauan rekaman CCTV di puncak pun menggambarkan belum terlihat adanya perubahan yang signifikan per tanggal 23 Mei 2018. Pada gambar berikut diketahui adanya penambahan material di sisi sebelah barat rekahan kawah.

Facebook Comments