Wednesday, May 19, 2021
Home > Dapur Puan > Kuliner > Mencicipi Kue Tradisional Jambi

Mencicipi Kue Tradisional Jambi

Mencicipi Kue Tradisional Jambi

Pernah mencicipi kue padamaran atau  pernah mendengar nama kue tradisional baketuk, ketan aji, dan na’am? Itu merupakan beberapa jenis penganan tradisional yang berasal dari Jambi. Ningdam (52), yang biasa dipanggil Wak Dam, sehari-harinya menjual berbagai kue tradisional tersebut di Kelurahan Olak Kemang, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi. Dia selalu setia berjualan setiap pagi dengan menggelar sebuah meja panjang yang berisi berbagai macam kue.  Wak Dam mulai berjualan sejak dia masih kecil, dan keahlian membuat kue tradisional ini diwariskan terus menerus dari generasi ke generasi. Wak Dam sendiri mewariskan keahlian itu kepada Nila, puteri keduanya yang saat ini membantunya menjalankan bisnis kue tradisional lintas generasi tersebut.

“Sekarang sayo yang melanjutkan bikin-bikin kuenya. Kalau mamak lah tuo paling cuma masih mengadon resep bae. Selanjutnya sayo lah dengan saudara lainnya,” kata Nila.

Sekarang sayo yang melanjutkan bikin-bikin kuenya.
Sekarang sayo yang melanjutkan bikin-bikin kuenya.

Soal rasa adalah hal yang sangat dijaga oleh keluarga besar Wak Dam ini dari generasi yang satu ke generasi berikutnya. Mereka masih menggunakan pandan dan santan dari kelapa kampung untuk membuat kue tersebut. “Kami masih menggunakan pandan sebagai pewarna dan sekaligus pewangi kue. Walau banyak pewarna makanan dijual di pasar, kami masih tetap memilih pandan. Santan pun begitu, masih asli dari kelapo kampung sini lah,” ceritanya sambil mengaduk adonan santan untuk kue padamaran.

Wak Dam dan puterinya sibuk menaruh adonan kue beketuk pada sebuah cetakan. Tak beberapa lama datang Arifa’i (65), suami Wak Dam, dengan senampan cetakan kue padamaran. Cetakan ini terbuat dari daun pisang, tapi bukan sembarang daun. Daun pisang yang bisa dipakai sebagai wadah berbentuk kapal untuk kue padamaran harus berasal dari daun pisang batu. Karena tekstur daun yang sedikit keras dibandingkan daun pisang lainnya maka daun pisang batu dipilih sebagai sarang kue padamaran.

Facebook Comments