Monday, May 10, 2021
Home > Literasi > Resensi > Perempuan di antara Buku Harian dan Otobiografi

Perempuan di antara Buku Harian dan Otobiografi

Perempuan di Antara Buku Harian dan Otobiografi

SAYA membaca buku ini dalam suasana hati yang penuh penyesalan. Mengapa? Sebagai penulis buku harian yang tak begitu istiqomah, saya merasa terlambat menemukan dan membaca buku Kisah di Balik Pintu ini. Ditulis oleh Soe Tjen Marching, buku ini menjadikan buku harian dan otobiografi sebagai pintu masuk untuk melihat lebih dalam isi hati dan pikiran perempuan. Memang, penelitian terhadap dunia perempuan sudah jamak dilakukan, apalagi dalam hubungannya dengan wilayah publik dan domestik. Akan tetapi, alternatif yang unik dalam pemilihan objek material tersebut menjadikan buku ini memiliki daya magnetnya sendiri.

Mulanya, buku ini adalah disertasi yang diterbitkan dengan judul The Discrepancy between the Public and the Private of Indonesian Women oleh The Edwin Mellen Press pada 2007. Buku itu kemudian diterbitkan dalam edisi “populer” dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh penulisnya sendiri. Menurut Susan Blackburn, yang memberi pengantar, buku ini “amat original dan menggebrak” karena di Indonesia belum pernah ada penelitian terhadap otobiografi dan buku harian seperti yang dilakukan Soe Tjen.

Tak perlu disangkal, mengorek-ngorek rahasia orang lain yang paling tersembunyi adalah suatu hal yang menyenangkan dan mendebarkan, bukan? Namun, apakah Soe Tjen bertungkus lumus dengan otobiografi dan buku harian semata untuk tujuan banal itu? Tentu tidak. Buku ini memiliki ambisi yang jelas lebih besar dari itu.

Sebagai media yang digunakan untuk, katakanlah, mengekspresikan diri dan mencurahkan isi hati, otobiografi dan buku harian seringkali diletakkan pada dua kutub yang berlawanan. Otobiografi siap dipandang publik, sedangkan buku harian justru bersembunyi dari tatapan publik. Akan tetapi, Soe Tjen memperlihatkan bahwa kedua hal itu tidaklah mutlak. Antara yang publik dan yang privat dalam otobiografi dan buku harian tidak dapat dipisahkan dengan jelas.

Facebook Comments