Wednesday, May 19, 2021
Home > Literasi > Cerita > Cinta di Kediri

Cinta di Kediri

pacaran

Pagi-pagi sekali remaja dari daerah selatan ini sudah bangun untuk solat subuh. Setelah salat, ia tidur lagi. Ia memang remaja yang religius karena dahulu pernah menjadi seorang santri di pondok pesantren Jember, Jawa Timur. Sementara rumah orang tuanya di Kebumen. Setelah merasa cukup tidurnya, diambillah beras untuk dimasak. Baginya, hidup adalah sebuah kesederhanaan. Tak lama, hanya menunggu sampai lima belas menit saja, nasi sudah matang dan bisa dimakan.

Hanya berlauk sederhana saja, tempe goreng. Walaupun begitu, tetaplah rasanya nikmat dimakan. Tepat pukul tujuh, ia ambil sepeda dan mengayuh kakinya menuju ke Fakultas Ilmu Budaya di UNS Surakarta. Tempatnya belajar menuntut ilmu.

“Akhirnya kamu sampai juga, sudah makan apa belum?” ucap Ahmad temannya.

“Sudah, tapi lauknya hanya tempe goreng,” jawabnya.

“Mbah Paino,” teriak Andre.

“Iya,” katanya sambil menengok ke belakang.

Oh iya, pemuda itu bernama Riyan. Namun, teman-temannya sering memanggilnnya Mbah Paino. Dari belakang, dosen sudah berjalan ke ruangan dan pembelajaran pun dimulai. Riyan dan teman-temannya pun masuk. Di dalam mereka memperhatikan dosen yang mengajar dengan serius.

Seperti biasa, setiap mahasiswa baru pasti mengikuti makrab (malam keakraban). Sebab dengan itu, mereka bisa memahami karakter dan kebiasaan teman mereka satu per satu. Makrab anak Sastra Indonesia diadakan hari Jumat besok. Semua antusias untuk menyambutnya. Riyan mempersiapkan semuanya dengan matang.

“Bagaimana, siap makrab?” tanya Nabil.

“Tentu siap,” jawab Riyan.

Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu tiba. Hari jumat pagi, semua mahasiswa sudah berkumpul di Taman Cerdas, sembari menunggu transportasi datang. Riyan dan temannya datang mengendarai motor. Sebagian ada yang naik bus dan, ada pula yang berboncengan  naik motor. Kebanyakan yang naik bus adalah wanita. Semua sudah siap dengan membawa bekal masing-masing. Riyan berboncengan dengan salah satu teman wanitanya.

Facebook Comments