Halaman: 1 2
Novel yang menggunakan sudut pandang aku sebagai Masha ditulis dalam bahasa yang mengalir dan mendalam. Namun, sarat dengan bahasa yang mendayu-dayu sehingga mampu menyeret-nyeret perasaan, mengaduk-aduk hati, dan mengiris emosi yang terkadang menyayat. Sebagai penulis lelaki yang menonjolkan tokoh perempuan, Tolstoi sangat pandai menggambarkan perangai Masha yang memang merupakan kegelisahan para perempuan muda yang haus akan cinta dan kasih sayang seorang lelaki dewasa. Tolstoi juga piawai dalam mengisahkan gagasan tentang keluarga yang baik dan keluarga yang buruk.
Cerita lebih banyak menonjolkan perasaan tokoh Aku juga diselipkan dialog antartokoh Sergey dan Masha yang begitu datar. Saya curiga bahwa kisah ini merupakan pengejawantahan dari pengalaman Tolstoi dan istrinya sebab ia menikahi istrinya pada saat usia mereka terpaut enam belas tahun.
Beberapa indikator penting agar Sahabat Puan memperoleh kebahagiaan hidup sebagaimana yang dikisahkan Leo Tolstoi dalam novelnya, antara lain hidup dalam kesederhanaan dan menjunjung tinggi humanisme meskipun kaya, rajin berdoa dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, menolong orang yang sedang dalam kesulitan, tak melulu memikirkan hasrat duniawi, mencintai dan dicintai oleh keluarga, menjaga kesetiaan hubungan, memiliki keturunan yang baik, lokasi tempat tinggal yang tenang, pembagian tanggung jawab dalam keluarga, berani meminta maaf jika melakukan kesalahan, tidak menghambur-hamburkan harta sesukanya, menjaga nama baik keluarga, dan hiduplah untuk membahagiakan orang lain! Indikator-indikator ini tergambar dalam kisah-kisah yang dialami oleh Sergey dan Masha dalam menjalani kehidupan.
Di bab sembilan sebagai penutup, Masha dan Sergey saling mencurahkan perasaan satu sama lain bahwa perasaan cinta seperti semula mereka bertemu sudah tak ada lagi. Namun, yang tersisa hanyalah rasa sayang dan komitmen dalam mempertahankan rumah tangga.
Bila cinta dalam sebuah pernikahan telah mati akibat mengalami beberapa penderitaan, resep bahagianya janganlah menyesali masa lampau! Sebab cinta yang telah mati takkan hidup kembali. Ingatlah pada komitmen awal pada saat tangan takdir menyatukan cinta antara kau dan dia. Lalu, wujudkan komitmen tersebut dan pertahankanlah rumah tanggamu sampai maut yang hanya mampu memisahkan!

| Judul buku | : | Rumah Tangga yang Bahagia |
| Penulis | : | Leo Tolstoi |
| Penerjemah | : | Dodong Djiwapraja |
| Penerbit | : | KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) |
| Cetakan | : | Pertama, Juli 2016 |
| Tebal Halaman | : | 137 halaman |
