Thursday, May 6, 2021
Home > Literasi > Resensi > Indikator Kebahagiaan Hidup Menurut Leo Tolstoy

Indikator Kebahagiaan Hidup Menurut Leo Tolstoy

Indikator Kebahagiaan Hidup Menurut Leo Tolstoy1

Novel yang berjudul asli Semeynoye Schast’ye  telah diterjemahkan dalam banyak bahasa. Pertama kali terbit di Indonesia pada tahun 1976. Kisah dalam novel ini dibuka dengan meninggalnya ibu Masha dan Sonya, lalu dalam menjalani hari-hari ke depan di desanya, mereka tinggal bersama kakeknya Gregory tua dan wanita pengasuh bernama Katya, yang telah dianggap sebagai ibu oleh Masha dan adiknya.

Novel ini terdiri atas dua bagian. Bagian pertama terdiri atas lima bab mengisahkan kehidupan Masha (Marya Alexandranova) sebelum menikah, gadis 17 tahun, jatuh cinta kepada sahabat almarhum ayahnya bernama Sergey Mikhailich, bujangan tua berusia 36 tahun, yang pada saat itu menjadi walinya. Pada setiap kunjungannya, Sergey seringkali menasihati dan membimbing Masha yang jauh dari kata dewasa. Masha yang kala itu butuh pegangan merasa utuh dengan kunjungan rutin Sergey.

Hingga pada saat Sergey tak datang ke rumahnya, Masha merasa sepi dan sendiri. Ia pun kemudian menyadari bahwa ia telah jatuh cinta kepada Sergey, lelaki dewasa yang jauh dari gambaran lelaki impiannya. Ternyata diam-diam, Sergey juga telah lebih dulu mencintai Masha. Akhirnya, sosok sergey yang digambarkan begitu kaku, dingin, dan datar berhasil juga mengungkapkan perasaannya kepada Masha. Kemudian mereka bertunangan dan menikah. Tentu saja kebahagiaan ini bukan hanya milik mereka berdua semata. Dua pihak keluarga hingga ke pelayannya pun turut berbahagia.

Sementara bagian kedua terdiri atas tiga bab, Tolstoi mengisahkan kehidupan Masha dan Sergey pascamenikah. Masha tinggal bersama suami, ibu mertua, dan para pelayannya. Di bagian kedua ini, Katya dan Sonya hanya dimunculkan di bab terakhir saja. Kebahagiaan Masha sebagai seorang istri membuatnya pasrah terhadap kehidupan, yakni ia rela berusaha melakukan apa saja demi kebahagiaan suaminya. Masha yang menikah muda masih labil dan keras kepala meski belum banyak memiliki pengalaman hidup.

Facebook Comments