Nurjannah ikut pula terisak, tak tahan tangisnya membesar, diikuti suara Ma’ yang makin melirih, “Sebenarnya kalau mau jujur Keae Ansor, Keae ingin berkata dengan isyaratnya, bahwa Kara memang sudah harus menghadapi akhir hidupnya dengan penderitaan teramat keras yang tiada kesembuhan ini….”
Telenteyan-Longos, Gapura, Sumenep, 27 Agustus 2012
TENTANG PENULIS

A’YAT KHALILI, lahir di Kota Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur. Karya-karyanya berupa puisi, cerita pendek, esai, artikel dan ulasan, tersebar di berbagai media lokal, nasional dan internasional, juga banyak mendapat penghargaan dan terbit lebih dari 65 buku. Penghargaan-penghargaan yang pernah diterimanya, antara lain: Menerima penghargaan Pusat Bahasa Depertemen Pendidikan Nasional (PBDepdiknas, Jakarta, 2006) dalam rangka Bulan Bahasa & Sastra 2006, sekaligus Hari Sumpah Pemuda ke-78 sebagai pemenang ke-2 Sayembara Cipta Puisi Tingkat Remaja (13-22 tahun) Nasional, November 2006; Finalis Lomba Cipta Puisi Tingkat Umum Nasional 2012, yang diadakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerjasama dengan NulisBuku.Com & Plot Point, Jakarta, Desember 2012; Menerima Anugerah Piala Terbaik Kampanye Sastra Institut Teknologi Bandung (ITB), Mei 2014; Menerima Penghargaan Asia Tenggara dalam Anugerah Sastra Dunia Nusantara Melayu Raya (NUMERA-Malaysia) dari Persatuan Numera Malaysia, Maret 2014; memperoleh penghargaan Festival Sastra Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada (UGM), Juni 2015.
Ia pernah diundang mengikuti Temu Sastrawan Nusantara Melayu Raya (TSN) ke-1 (di Padang, Sumatera Barat, Maret 2012); Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) ke-6 (di Jambi, Desember 2012); Sempena Mahrajan Persuratan dan Kesenian Islam Nusantara (di Sabah, Malaysia, Januari 2012); Pemerhati Pertemuan Baca Puisi Dunia Numera (di Kuala Lumpur, Malaysia, 21-24 Maret 2014), Pertemuan Sastera Budaya Negara Serumpun (Singapura, 30 Januari-06 Pebruari 2016); dll. Adapun antologi puisi tunggalnya berjudul, “Pembisik Musim.” Kontak dan komunikasi bisa melalui: khalili.telentean.longos@gmail.com(Email), A’yat Khalili II (Facebook), ayatkhalili.wordpress.com (Website), 0877-5018-1820 (Mobile/WA), ayatkhalili1/ayat_khalili (Instagram & Line). Sekarang tinggal di kota kelahirannya, Sumenep-Madura.
[1]. Nemorkara; musim kemarau yang berkepanjangan, diyakini oleh sebagian orang, sebagai suatu bala/ujian terhadap banyaknya masalah dan dosa-dosa.
