Monday, May 10, 2021
Home > Dapur Puan > Kuliner > Merasai Pelbagai Menu Enak di Solaria

Merasai Pelbagai Menu Enak di Solaria

Merasai Pelbagai Menu Enak di Solaria

Bentuk logonya seperti simbol manusia dengan warna putih dan nuansa ungu namun memiliki arti yang berbeda terkait dengan tubuh manusia. Logo tersebut adalah logo terbaru yang lebih eye catching dibandingkan logo yang lama.

Saya menjadi pelanggan Solaria sejak 2010, hingga kini saat tak ingin mencoba kuliner lain dan melihat ada Solaria, saya lebih memilih menuju restoran tersebut. Karena saya tinggal di Jambi, menu yang pertama kali saya cicipi yakni di Solaria WTC Jambi.

Awalnya saya terkejut dengan porsinya yang jumbo dan harga yang murah untuk ukuran tempat belanja modern. “Berani sekali,” pikir saya waktu itu. Rupanya memang konsep brand kuliner perpaduan masakan Indonesia dengan Cina itu ialah kuantitas dan kualitas.

Namun, setelah diterpa isu tidak halal karena belum mendapat legalisasi dari MUI, porsi menjadi sedikit berkurang. Biasanya saya tak mampu menghabiskan masakan karena menurut saya itu untuk 2 porsi, tapi sekarang saya sering kali menghabiskannya setiap bertandang ke sana. Bisa jadi isu tersebut mempengaruhi restoran yang pertama kali dibuka di Lippo Cikarang.

Saya tidak termakan dengan isu tersebut dan tetap menjadi pelanggan setia hingga saat ini. Wajar saja, persaingan bisnis sangat kuat di bidang kuliner sekitar sepuluh tahun terakhir. Gerai-gerai restoran yang menyajikan rupa-rupa masakan pun bermunculan. Solaria menjadi salah satu gerai kokoh yang pada tahun 2013 sudah mencapai lebih dari 150 gerai dan kini 200 gerai.

Aliuyanto, S.E, pemilik Solaria, berhasil membawa brand kuliner tersebut menjadi brand terkenal dengan konsep sederhana. Ia memiliki prinsip bahwa segala hambatan diselesaikan dengan ilmu dan kemampuan. Prinsip sederhana tersebut yang membuat Solaria tidak mengalami kebangkrutan meskipun diterpa isu yang dahsyat pada tahun 2013.

Facebook Comments