Wednesday, May 19, 2021
Home > Gaya Hidup > Jalan-jalan > Berkelana ke Makekal Hulu

Berkelana ke Makekal Hulu

Berkelana ke Makekal Hulu, Taman Nasional Bukit Duabelas

Saat pertama kali hendak mengunjungi SAD (Suku Anak Dalam) atau orang rimba di TNBD (Taman Nasional Bukit Duabelas), yang muncul pertama kali dalam benak adalah dunia sunyi, yang jauh dari ingar-bingar signal dan listrik. Kehilangan signal dan listrik di hutan bukanlah hal yang menjengkelkan. Justru ini sebagai penguji diri betapa dunia modern telah membius manusia untuk takluk terhadapnya.

Dari Tanah Pilih Pusako Betuah, Chevrolet Spin telah membawa tubuh kami untuk singgah ke lapak petualang di Bangko, ibukota Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Dalam bayanganku, aku dan temanku akan menginap di sudung (rumah orang rimba tanpa dinding yang beratap rumbia). Oleh sebab itu, kami pun menyewa sleeping bag dan membeli senter. Usai dari sana, kami mengunjungi mes Sokola Rimba, salah satu komunitas yang didirikan Butet Manurung, yang kerap mendatangkan volunter untuk mengajarkan baca tulis orang rimba.

Pengendum, Penangguk, Mijak Tampung, dan orang rimba lainnya sudah ada di mes Sokola Rimba. Bayanganku sebelumnya, orang rimba itu masih sangat primitif, ternyata mereka telah menggunakan pakaian laiknya orang-orang modern. Cara berpikir mereka pun sudah maju. Senja hampir tenggelam dan langit yang mendung membuat Pengendum khawatir bila kami akan nekat masuk hutan saat itu juga. Sebab perjalanan dengan kendaraan roda dua kan memakan waktu kurang lebih empat jam.

Belum lagi, kalau hujan turun tiba-tiba. Jalanan tanah merah akan menjelma bubur. Namun, kami tetap nekat ingin ke sana. Mijak Tampung dan Penangguk bersedia mengantar kami dengan bekal seadanya. Kami mampir ke hotel untuk meletakkan barang-barang dan memutuskan berjalan ke  Makekal Hulu, Taman Nasional Bukit Duabelas. Jika dilihat dari letak geografis di peta, Makekal Hulu TNBD masuk ke wilayah Kabupaten Tebo. Hanya saja aksesnya lebih dekat melalui Merangin.

Facebook Comments