Wednesday, May 19, 2021
Home > Gaya Hidup > Komunitas > Teater Gendhing Muara Enim : Pergerakan, Spiritualitas, Musik dan Kehadiran Saraswati Sunindyo

Teater Gendhing Muara Enim : Pergerakan, Spiritualitas, Musik dan Kehadiran Saraswati Sunindyo

Di Kebun Ada Musik Hadirkan Spiritualitas Lewat Musik Bersama Saraswati Sunindyo

Bertempat di kebun belakang rumah yang sekaligus dijadikan sanggar Teater Gendhing, sekelompok anak muda yang hidup di kota kecil Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, pada Sabtu 3 Februari 2018 siang itu tengah asik menata sebuah panggung mini yang dilengkapi dengan sound system dan perlengkapan panggung lainnya. Tak banyak dekorasi dari panggung tersebut, hanya sebentuk panggung mini yang dihiasi kain hitam, sebuah menara mini yang juga diselubungi kain hitam dan dililit lampu hias.

Panggung tersebut diletakkan di alam terbuka pada tengah kebun yang banyak ditumbuhi pohon pisang serta pepohonan lainnya. Beberapa helai kain merah panjang dengan tulisan Gendhing berwarna hitam dililitkan pada pohon di belakang panggung, serta ada juga yang dipasang sebagai umbul-umbul pada beberapa batang pohon pisang yang tak jauh dari panggung, disamping yang dipasang pada dinding pagar pembatas antara rumah dan kebun. Sejumlah bambu yang berperan sebagai obor dipasang mengelilingi arena yang ditata sebagai tempat penonton hingga ke arah belakang panggung.

Malam harinya, rupanya digelar sebuah acara yang bertajuk “Di Kebun Ada Musik, De Left #9”. Jam 19.30 WIB, acara dimulai dengan sambutan dari tokoh yang bekerja di Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Muara Enim, yaitu Alvin. Tak banyak yang dikatakan Alvin terkait acara ini, sebab ia juga sebagai anggota dari Teater Gendhing. Alvin hanya menyampaikan apresiasi yang bagus atas terselenggaranya acara tersebut, dan mengucapkan selamat datang kepada bintang tamu pertunjukkan malam itu yaitu Saraswati Sunindyo dan Didin sebagai Seni Kentrung.

Beberapa anggota Teater Gendhing maupun seniman musik dari Palembang dan Muara Enim turut mengisi acara tersebut, sebelum acara puncak yang diisi oleh bintang tamu. Mereka menampilkan musikalisasi puisi dan lagu yang berisi kritikan sosial, instrumen musik tradisional, maupun instrumen musik kreasi dari tokoh Teater Gendhing yang menyerupai gitar dan diberi nama Tanjak, ada pula instrumen musik blues dan sejenisnya.

Facebook Comments