Monday, May 10, 2021
Home > Gaya Hidup > Komunitas > Klub Baca Tapak Seribu, Volunter Literasi Dompu yang Tahan Banting

Klub Baca Tapak Seribu, Volunter Literasi Dompu yang Tahan Banting

Klub Baca Tapak Seribu

Halo Sahabat Puan, sudah pernah mendengar Klub Baca Tapak Seribu? Itu loh, komunitas pejuang literasi yang ada di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Yuk, simak kisahnya!

Klub Baca Tapak Seribu adalah sebuah komunitas literasi yang didirikan oleh Bunyamin alias Beny Bara beserta teman-temannya: Suseno, Edi Pandawa, Iin Indriati, Astrid Fatun,  Aenty, Arafah, dan Evi. Saat itu, Beny  prihatin dengan rendahnya minat baca masyarakat dan kurangnya pelayanan pemerintah untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat tentang buku dan membaca.

Volunter Literasi Dompu yang Tahan Banting
Volunter Literasi Dompu yang Tahan Banting.

 

“Menggerakkan sebuah perubahan tidak cukup dilakukan sendiri, perlu sinergisitas  sebagai pendukung. Saya terinspirasi dari seorang turis, mereka jauh-jauh datang ke Indonesia, bukan hanya menikmati alam yang indah saja, tetapi juga menghabiskan waktu untuk membaca, kenapa kita Indonesia, tidak? Tidak lama setelah itu, saya bercerita ke teman saya Suseno, lalu mendirikan komunitas ini,kata Beny kepada redaksi Puan.co.

Berbekal koleksi buku milik pribadi, ia nekat mendirikan klub baca ini pada Mei 2015. Ia juga menjadikan rumahnya sebagai sekretariat komunitas Klub Baca Tapak Seribu. Kemudian anggota komunitas ini giat mencari donasi buku, dan sekarang koleksinya sudah  lebih dari 100 eksemplar buku. Target pembacanya bukan hanya anak-anak saja loh, tetapi juga ibu-ibu rumah tangga, dan kalangan umum.

Baca juga: Anda Bisa Bebas Meminjam dan Mengembalikan Buku Tanpa Batas Waktu di Perpustakaan RBK

Ada kebahagiaan tersendiri melihat masyarakat terdorong untuk membaca
Ada kebahagiaan tersendiri melihat masyarakat terdorong untuk membaca.

Klub baca ini juga melakukan aksi keliling kampung di sekitar Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Tadinya, keliling kampung bersama buku ini hanya dilakukan setiap Sabtu. Sekarang, dua minggu sekali,  yakni setiap Rabu dan Sabtu sore. Bila hujan turun, biasanya hanya berjalan dari rumah ke rumah atau stay di balai desa  saja karena beberapa buku pernah rusak akibat air hujan.

Facebook Comments