Monday, April 27, 2026
Home > Sosok > FREE HEARTY: Citra Perempuan di Mata Penulis Laki-Laki

FREE HEARTY: Citra Perempuan di Mata Penulis Laki-Laki

SOSOK BUNDO FREE

Ternyata, dulu Bundo Free pernah juga menjadi wartawan. Pada sekolah formal dan kerja kewartawanan yang dilatih adalah akal pikiran. Sementara dalam olahraga dan seni, yang dilatih adalah kecakapan, keterampilan, dan perasaan. Keseimbangan antara dua hal inilah yang telah diajarkan orang tuanya sehingga Bundo Free didorong menjadi pesenam, perenang, penari, penyanyi, dan bahkan pemain Band.

FREE HEARTY

Masa-masa remaja Bundo Free disibukkan dengan kegiatan yang melatih akal budi, perasaan dengan gemblengan etika dan estetika serta moral dan agama. Sebagai pemain band, penari, atau penyanyi, selalu bermain di pentas dari satu daerah ke daerah lain, bahkan ke Malaysia dan Singapura di tahun 70-an itu, membuat Bundo Free terlatih memilah sehingga tidak banyak terpengaruh pergaulan bebas. Dunia hiburan yang prestisius sangat membuat kita terbius: bermain di pentas dan ditepuki. Sorak sorai dan pandangan kekaguman sangat membius kita. Sebaliknya, menjadi pesenam dan perenang mengajarkan sportivitas. Bundo Free pun hingga kini tak henti-hentinya bersyukur seraya mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang telah mengarahkannya ke berbagai kesibukan itu.

Masih dalam rangka memperingati Hari Ibu, Sahabat Puan. Bundo Free ada pesan nih untuk seluruh perempuan Indonesia.

“Perempuan Indonesia, tetaplah dengan kepribadian bangsa yang tetap tertata dan terjaga harga diri (bukan gengsi), terhormat, cerdas, kritis, dan berpandangan jauh ke depan! Anda telah berada di zaman baru di genarasi Y, yang semua berteknologi tinggi, serba komputer, internet, FB, twitter, line, path, dan lain sebagainya. Hal ini telah memengaruhi nilai-nilai, tradisi, dan adab. Perempuan Indonesia harus hati-hati melangkah bila tak ingin terjerembab! Namun, juga jangan sampai ketinggalan zaman dengan kontrol dan saringan yang kuat! Apalagi memasuki kids zaman now. Banyaknya tempat nongkrong anak muda, internet-kafe dan berbagai hal lainnya membuat perempuan semakin aktif dan kreatif. Anak muda zaman now ini, muda usia dan aktif serta sangat kreatif, tidak lagi tampak perbedaan antara nongkrong dan bisnis yang sudah menyatu. Dengan cepat terjadi pengalihan-pengalihan cara berbisnis, cara mendapat uang, juga cara menghabiskannya. Sikap kehati-hatian dan kekritisan berpikir sangat penting menghadapi era ini. Bila cuek saja, Anda akan tertinggal di landasan, atau malah terhanyut dan hancur terseret tanpa kendali.”

Jadi, Sahabat Puan, mau menjadi perempuan yang bagaimana? Semua pilihan ada di tanganmu.

FREE HEARTY

BIODATA:

Nama Asli : Free Hearty
Nama Panggilan : Yet / Bundo Free
TTL : 20 April
Pendidikan Terakhir : Doktoral (S-3 )
Pekerjaan : Dosen
Pengalaman Organisasi : 1. Ketua Umum WPI (Wanita Penulis Indonesia)
2. Ketua Umum PSBNS (Perhimpunan Sastrawan Budayawan Negara Serumpun)
3. Vice President  FFIJ (Friendship Force Internasional Jakarta)
Prestasi : 1. Pernah mendapat penghargaan dari Presiden Soeharto sebagai “Dosen  Teladan” (1996).
2. Tokoh Mahrajan 2017, penghargaan dari Sabah, Malaysia.
3. Sering memenangkan lomba baca puisi ketika muda.
4. Pernah mendapat juara pertama lomba Tari Sumatera Barat berpasangan dengan Tom Ibnur.

 

Translate »