Kehadiran lelaki itu membuat simpul senyum di bibirmu. Sedikit demi sedikit kamu berbagi cerita padanya. Semenit demi semenit kamu mau larut dalam keramaian. Dan hari demi hari kamu mulai menjauhi sepi, yang selama ini menjadi sahabat setiamu.
***
Di pertemuan ke sepuluh, dia berhasil membuatmu kesal, sehingga bibirmu maju beberapa senti. Kamu selalu benci menunggu, tidak pernah mau menunggu walaupun hanya beberapa menit saja. Dan sekarang lelaki itu membuatmu menunggu hingga dua jam lamanya. Menunggu di toko buku kesukaanmu.
Airmata jatuh perlahan, membasahi pipi, luruh ke bumi. Kamu mengakhiri rasa kesal dengan airmata. Airmata karena tidak percaya melihat lelaki itu membawa buket bunga mawar merah. Tidak lama kemudian beberapa pelayan toko menghampiri, membawa kertas bertulis I LOVE YOU. Lelaki itu membisikkan mantra cinta, membuatmu mengangguk pelan. Menerimanya. Si kutu buku misterius menjalin kasih dengan si kutu buku yang bawel.
Hidupmu lebih berwarna. Canda dan tawa tak pernah hilang dari lembaran hidupmu. Setiap detik, menit, hari, hingga minggu, bahagia menjadi teman baikmu. Perlahan tapi pasti kamu menjauhi sepi. Tanpa banyak kata, lelaki itu mengerti apa yang kau rasa. Tanpa bercerita lelaki itu sudah paham masalah yang mendera.
Satu tahun lamanya lelaki itu menggoreskan pena bahagia di lembaran kehidupanmu. Dengan rasa gugup dan bertemankan keringat, lelaki itu melamarmu. Hari dan tempat pun sudah ditentukan. Undangan pun disebar. Si kutu buku yang bawel akan menikah dengan si kutu buku yang misterius.
Biodata Penulis
Lelaki jangkung yang memiliki nama lengkap Nasrul Muhamad Rizal ini, lahir tanggal 27 Agustus 1995 di Garut. Saat ini sedang berjuang menjawab pertanyaan “kapan lulus?” dan “kapan nikah?” Menulis fiksi adalah cara ia untuk menghibur diri di sela-sela skripsi. Lelaki jangkung ini aktif di komunitas Kafekopi. Jika tertarik untuk membantu menjawab “kapan nikah?,” bisa menyapa ia lewat email mr.nasrul19@gmail.com atau facebook; Nasrul Muhamad Rizal.

