Thursday, May 6, 2021
Home > Gaya Hidup > Jalan-jalan > Perempuan-perempuan Tangguh di Hamparan Kebun Teh

Perempuan-perempuan Tangguh di Hamparan Kebun Teh

Perempuan-perempuan Tangguh di Hamparan Kebun Teh

SEJAUH mata memandang hanya tampak hamparan daun teh yang menghijau di bawah kaki gunung Kerinci yang diselimuti gulungan awan putih. Semilir angin gunung berembus perlahan menggoyang daun teh dan bunga-bunga liar yang tumbuh di sekitarnya. Di tengah hamparan kebun yang menghijau, tampak perempuan-perempuan pemetik teh sedang bekerja. Di kepalanya bertengger caping bambu untuk menahan jilatan matahari. Mereka juga melumuri muka dengan bedak beras agar kulit wajah aman dan tidak terbakar matahari. Di pinggang mereka terpasang lembaran karung plastik yang telah dimodifikasi menyerupai celemek, dan di punggungnya tergantung sekantung karung plastik tempat menampung daun teh yang telah dipetik.

Baca juga: Alunan Gemuruh Telun Berasap yang Menenangkan

Sambil berjalan beriringan menuju lokasi teh yang akan dipetik daunnya, mereka menyanyikan lagu atau yel-yel sukacita sebagai pendorong semangat bekerja. Sebagian lagi ada yang tengah bergerombol mengumpulkan karung-karung berisi daun teh yang telah dipetik. Sementara beberapa perempuan lainnya tampak asik menyembul dan menghilang di antara  hamparan pohon teh. Mereka  tampak asyik memetik daun teh di perkebunan Kayu Aro Kerinci yang produk premiumnya menjadi komoditas favorit ratu Inggris juga Belanda.

Namun, tidak semua perempuan di perkebunan teh Kayu Aro menjadi pemetik daun teh. Sebagian ada yang mengelola tanaman tumpang sari seperti kentang dan buncis di areal perkebunan teh terluas di dunia ini atas izin PTPN VI yang memiliki hak kelola perkebunan tersebut. Tanaman tumpang sari ini dikelola oleh perempuan-perempuan petani bersama anak dan keluarganya.

Tanaman kentang menjadi komoditas utama yang ditanam secara tumpang sari. Hasilnya cukup lumayan ketika dipanen setelah dua bulan masa tanam. Perempuan-perempuan petani tanaman tumpang sari ini, berjibaku membantu keluarganya  tanpa kenal lelah dari masa awal tanam hingga panen. Mereka dibantu dengan anak dan sesama perempuan di keluarganya. Pada waktu penulis berkunjung ke perkebunan teh Kayu Aro beberapa waktu lalu, sekelompok perempuan petani sedang memanen kentang di tengah perkebunan teh. Para pria membantu mengumpulkan kentang yang telah dipanen dan memasukkan ke dalam karung-karung besar hingga mengantar ke pengepul. Perkebunan teh yang memiliki luas sekitar 3.020 hektar ini menjadi tempat bagi para perempuan pemetik teh dan perempuan petani tanaman tumpang sari berjibaku mencari penghidupan.

Facebook Comments