Sunday, May 10, 2026
Home > Kupas > Penyair Tiga Generasi: Para Nomine Kusala Sastra Khatulistiwa 2017

Penyair Tiga Generasi: Para Nomine Kusala Sastra Khatulistiwa 2017

Penyair Tiga Generasi

Di sela-sela obrolan, Esha Tegar Putra menuju meja kami. Sejenak, obrolan saya dengan Deddy beralih ke Esha. Tahun 2016, buku puisi Esha yang berjudul Sarinah pernah masuk sepuluh besar KLA dan tahun 2015 bukunya berjudul Dalam Lipatan Kain masuk lima besar KLA. Deddy masih asyik dengan es buahnya dan denting suara sendok mengudara. Saat saya menanyakan mengapa banyak penulis berbakat lahir dari Sumbar? Esha menjawab bahwa ini hanya persoalan iklim. Lanskap daerah sangat berpengaruh dari proses kreatif. Akan lebih gampang Orang Minang menulis daripada bercakap. Secara pribadi, Esha sendiri menjagokan Deddy. Namun ada kemungkinan Hasta, Kiki, atau Toni. Semuanya berada di tangan juri.

Malam semakin larut. Obrolan kami diakhiri dengan janji ngopi di sekitar areal TMII. Saya, penyair perempuan Sumbar, Evan YS, penyair-penyair Sumbar lainnya (Esha, Pinto, Dian, Iyut Fitra, dan Deddy Arsya), dan Beny Bara (penulis dari NTB) yang juga peserta GLN menelusuri lekuk tubuh Jakarta dengan berjalan kaki. Di sela perjalanan, Deddy menanyakan usia saya, tapi saya tidak mau menjawabnya. Saat saya tanya kembali usia Deddy, ia tidak mau menajawab. Padahal saya tahu, di biodata bukunya ia adalah lelaki kelahiran 1987, generasi di atas HJP. Warung kopi di sekitar hotel tak ada yang buka. Perjalanan hampir sejauh 10 km yang kami tempuh tak membuat kami berkeluh kesah karena lelah. Kami kembali ke hotel dan menikmati kopi sidikalang khas Sumut di kamar 348 sambil memperbincangkan banyak hal hingga pukul 00.30 WIB.

 Hasta: Bapak Rumah Tangga yang Senang Memasak

PADA hari kedua acara, saya yang berada di ruang C dan tak terlalu paham dengan aplikasi indesign mencari udara segar, tanpa pamit kepada panitia. Tentu saja mencari Hasta Indriyana yang berada di kelas sebelah. Tanpa seizin istrinya yang juga ada di acara yang sama, saya mengajak Hasta berbincang-bincang di lobi hotel. Malam anugerah KSK akan diadakan 25 Oktober 2017, pukul 19.00 WIB di Plaza Senayan, Jakarta. Hasta berharap bisa datang sekadar berjabat tangan dengan teman-teman, namun ia belum tahu bisa datang atau tidak mengingat ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan. “Semoga bisa datang”, ucapnya.

Berbicara mengenai Resep Dapur Bahagia (RDB), di tahun ini ia masuk lima besar kategori puisi di KSK 2017. Buku bersampul kuning itu mengisahkan perihal tentang masakan. Pada prosa, cerita tentang masakan sudah banyak bisa dijumpai, sebut saja cerita Burung-Burung Manyar karya Y.B. Mangunwijaya dan masih banyak lagi yang lain.

Translate »