Thursday, April 16, 2026
Home > Gaya Hidup > Komunitas > Di Balik Rahasia Jari Menari

Di Balik Rahasia Jari Menari

Di Balik Rahasia Jari Menari

Bila boleh meminjam buku, bagaimana bila bukunya tidak dikembalikan?

Tahu banget kalau ada yang tidak mengembalikan buku. Iya kami ikhlas saja, meskipun sedikit jengkel dengan orang-orang seperti ini. Tapi, kami percaya jika ada satu buku yag tak kembali, maka akan ada sepuluh buku baru yang datang kepada kami. Itu artinya, harga buku saat ini terlalu mahal. Sehingga banyak masyarakat kita yag tak mampu membeli buku.

Paling banyak pembacanya siapa saja?

Melihat buku pengunjung yang kami sediakan, pembacannya bervariasi. Terkadang minggu ini banyak anak muda yang berkunjung, dan kadang pula banyak pasangan muda maupun tua yang berkunjung di lapak baca KJM. Intinnya angka statistik pengunjung turun naik.

Apakah KJM menerima sumbangan buku? Buku-buku apa saja?

Iya, kami sangat menerima sumbangan buku. Kami menerima semua jenis buku, kecuali buku pelajaran sekolah.

Di Balik Rahasia Jari Menari

Sumbangan buku bisa di antar kemana khusus wilayah kota? Kalau dari luar bisa kirim ke mana?

Untuk wilayah kota bisa menghubungi kami jika tidak sempat mengantarnya ke lapak baca Minggu pagi. Dan kalau dari luar kota bisa kirim ke alamat, Perumahan Pemda Bukit Berigin, No, 35 RT 15 Kecamatan Telanaipura. Dan jika ingin mengirimnya gratis tentu saja pada tanggal 17 melalui kantor pos. Lapak baca kita juga sudah terdaftar di Kemendikbud donasi buku. Jadinya teman-teman bisa mengirim gratis. Jika ingin butuh info lebih lanjut silakan hubungin nomor ini 0895354461031.

Alamat sekretariat KJM di mana?

Sekretariat KJM belum ada. Tapi biasanya kami berkumpul di tiga rumah. Yang pertama di Perumahan Pemda Telanaipura, yang kedua di TAC Sipin dan yang ketiga di Garasi Baca yang saat ini masih tahap pembuatan.

Baca juga: Klub Baca Tapak Seribu, Volunter Literasi Dompu yang Tahan Banting

Selama ini kendala KJM apa saja?

Selama ini kendala kami, ketersediaan kendaraan untuk membawa buku yang tidak menentu, sehingga membuat kami sering terlambat membuka lapak baca. Seharusnya jam 7 sudah stay di tempat, karena kendaraan datang terlambat mengambil buku akhirnya kami buka hampir jam 8 lewat. Belum lagi, ketika sampai di kantor gubernur kami juga harus jalan kaki sambil mengangkut buku dikarenakan kebijakan pemerintah yang tidak membolehkan kendaraan masuk ke dalam kantor gubernur. Dan sekretariat resmi kami belum ada, karena itulah beberapa komunitas ataupun lembaga sering kali kebingungan mengirim surat kepada kami. Sekiranya bila ada donatur yang bersedia, maka kami menerimanya dengan sangat.

Kendala terakhir KJM adalah belum ada legalitas di badan hukum. Tapi itu hal terakhir menurut kami. Kami ingin bermanfaat aja dulu, baru memikirkan legalitas di badan hukum. Toh, tanpa legalitas kami tetap bergerak maju. Ya, sekiranya jika ada yag mau menolong pasti kami terima.

Translate »