Friday, May 22, 2026
Home > Sosok > Penerbit Indie dalam Genggaman Perempuan Muda

Penerbit Indie dalam Genggaman Perempuan Muda

Arial Ratih owner Penerbit Hanami

Akhir pekan ini, Sahabat Puan diajak berkenalan dengan owner Penerbit Hanami. Sebelum lulus kuliah, ia sudah mendirikan penerbit indie yang mulai melejit namanya berkat kerja keras dari perempuan dengan nama lengkap Arial Ratih. Tak usah berpanjang lebar, mari simak perbincangan dengan sosok perempuan berjilbab itu.

Halo, Mbak Ratih. Apa kabar?

Halo, baik sekali Alhamdulillah.

To the point aja ya, Mbak. Bisa ceritakan latar belakang Mbak Ratih memulai usaha penerbitan ini?

Saya mendirikan Penerbit Hanami pada 25 Maret 2015 di bawah naungan CV. Harasi. Awalnya tidak terlintas di pikiran saya untuk menggunakan istilah Jepang sebagai nama penerbit. Namun, filosofi itu mendadak muncul. Filosofi yang saya ambil dari istilah Hanami adalah lambang kebahagiaan merayakan musim semi dengan menyaksikan mekarnya pohon sakura setelah melewati beratnya musim dingin yang ekstrem. Berangkat dari hal tersebut, saya berharap Penerbit Hanami sebagai indie/self publishing menjadi mitra terbaik para penulis untuk menerbitkan naskah mereka menjadi sebuah buku. Saya juga berharap naskah yang diterbitkan kemudian dipublikasikan menjadi lambang kebahagiaan penulis setelah melewati perjuangan berat dalam menyelesaikan naskah karena bagian terberat bagi seorang penulis adalah berjuang menyusuri jalan agar sampai pada titik di mana ia akhirnya boleh menuliskan kata ‘tamat’.

Apa saja yang dipersiapkan untuk membuat usaha penerbitan indie?

Persiapan yang pertama adalah merumuskan tujuan, itulah fondasi kuat bagi saya untuk membuat usaha penerbitan indie. Tujuan utama saya membantu penulis-penulis Indonesia menerbitkan naskah tanpa penolakan dengan kualitas terbit yang bagus, di samping untuk menambah pundi-pundi uang tentunya. Setelah mengetahui tujuan, selanjutnya mempelajari pekerjaan utama penerbit indie yaitu membuat desain sampul, tata letak naskah (layout), dan menyunting naskah. Terakhir, mendaftar di badan hukum, dalam hal ini adalah kantor notaris dengan tujuan melegalkan usaha penerbitan.

Jika Sahabat Puan ingin mendirikan usaha penerbitan buku di bawah naungan Penerbit Hanami, bisa tidak? Apakah membutuhkan banyak modal?

Untuk saat ini Penerbit Hanami tidak membuka lini/cabang dikarenakan ingin fokus pada urusan internal Penerbit Hanami. Namun, Sahabat Puan dapat memulai mendirikan usaha penerbitan buku secara mandiri tanpa menginduk pada Penerbit Hanami. Dengan modal antara Rp 900.000 – Rp 2.000.000 (berbeda-beda tiap notaris) untuk mendaftarkan usaha di badan hukum, Sahabat Puan sudah bisa mendirikan usaha penerbitan secara resmi.

Translate »