Monday, May 10, 2021
Home > Literasi > Pendidikan > Aksi Damai Jambi Menolak Terorisme

Aksi Damai Jambi Menolak Terorisme

Menjelang pertengahan tahun 2018, mayarakat Indonesia dikejutkan oleh aksi berantai yang dilakukan oleh terduga teroris di Surabaya. Tak tanggung-tanggung, dalam aksinya tersebut, para terduga teroris melakukan pengeboman dalam jarak waktu yang berdekatan pada tiga gereja sekaligus di hari Minggu, 13 Mei 2018. Belum habis luka akibat ulah mereka pada hari minggu naas itu, lanjut pada hari Senin, 14 Mei 2018 terduga teroris juga mengebom Mapolrestabes Surabaya.

Peristiwa pengeboman ini menorehkan duka yang dalam bagi masyarakat Indonesia. Simpati pun ditujukan kepada korban yang berjatuhan, baik dari masyarakat sipil maupun yang berasal dari aparatur penegak hukum pemerintah, yaitu polisi yang kini menjadi objek sasaran pembunuhan oleh terduga teroris. Disamping itu, simpati sekaligus kecaman juga ditujukan kepada terduga pelaku aksi pengeboman, sebab mereka kini juga melibatkan perempuan dan anak-anak dalam menjalankan aksi biadabnya.

Seperti diketahui, bahwa terduga pelaku pengeboman di tiga gereja tersebut dan juga Mapolrestabes Surabaya adalah satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, anak laki-lakinya di bawah umur dan anak perempuan yang masih Sekolah Dasar. Maka dari itu, banyak tanya menyeruak di benak masyarakat Indonesia, apa sebenarnya yang  ingin dicapai oleh aksi gerakan teroris ini? Sebegitu masif  sebuah keluarga ditarik oleh gerakan terorisme yang menafikkan kemanusiaan.

Di tengah era Indonesia menuju tahun politik yang rawan dan penuh resiko perpecahan, peristiwa ini  menjadi agenda yang bisa jadi menyulut kutub-kutub perpecahan atau justru persatuan.  Sebab kita tahu, akhir-akhir ini gerakan intoleransi, radikalisme, penyebaran maupun perilaku kebencian juga turut membalut tahun politik di Indonesia dan cukup membuat masyarakat terpolarisasi dengan tajam.

Polarisasi itu atas nama kebebasan berpendapat, kerap kali melanggar batas kemanusiaan yang harusnya dihormati.  Apalagi jika ditambah dengan peristiwa pengeboman di Surabaya ini, maka wacana-wacana kemanusiaan, kenegaraan, persatuan, kebhinekaan, semakin menjadi penting untuk diluruskan demi mencapai kedamaian, kenyamanan dan ketertiban. Oleh karena itu, peristiwa ini juga menyulut  gerakan aksi damai di beberapa tempat.

Facebook Comments