Thursday, April 16, 2026
Home > Gaya Hidup > Komunitas > Melihat Sisi Lain Kehidupan di Palembang Movie Club

Melihat Sisi Lain Kehidupan di Palembang Movie Club

Ini mengingat bahwa di Palembang belum terdapat adanya komunitas yang mengapresiasi film, sedangkan komunitas yang membuat film telah banyak. Maka, ketika rekan PMC lainnya melihat aktivitas Ferdi yang telah memulai embrio kegiatan PMC di kampus tempatnya mengajar, mereka tertarik untuk mengembangkannya keluar pada jangkauan masyarakat penikmat film lebih luas, tidak hanya untuk kampus.

Ketika PMC pun akhirnya dibawa keluar kampus dan merambah jangkauan penikmat film di masyarakat luas. PMC bukan hanya sekedar kegiatan menonton kemudian mendiskusikan film yang mereka tonton.  Namun, mereka juga melakukan kegiatan kritik film yang aktif mereka tulis secara berkala dan diterbitkan pada berbagai media. Hingga rencana kegiatan literasi film pun tengah mereka garap polanya, seiring dengan rencana peluncuran media online khusus kritik film yang mereka impikan.

Kegiatan utama PMC ada beberapa bagian, diantaranya Movie Talk yang memutar secara gratis film-film dari seluruh dunia, namun tidak tayang secara reguler  atau hanya tayang sebentar di bioskop tanah air. Kegiatan berikutnya ada nonton berbayar yang memutar film-film tanah air yang tidak tayang di bioskop, dengan cara mengontak langsung produsernya untuk keperluan ijin pemutaran film. Kegiatan ini sebagai jalan bagi PMC untuk menjadi bioskop alternatif di Palembang.

Peserta nonton berbayar ini dikenakan kontribusi sekitar Rp. 20.000 hingga Rp. 25.000 tergantung kesepakatan dengan produser film. Perhitungan nonton berbayar tersebut antara lain sekitar lima puluh persen untuk pembuat film, sedangkan dua puluh lima persennya untuk membeli produk yang dijual di kafe tempat kegiatan film diputar, biasanya berupa minuman yang diberikan kepada penonton. Lalu, dua puluh lima persennya lagi untuk kontribusi kepada PMC yang kini telah berkembang keanggotaannya menjadi sepuluh orang.

Movie Talk sedianya diagendakan untuk dilaksanakan dua kali dalam sebulan. Sedangkan nonton berbayar diagendakan untuk dilaksanakan sekali dalam sebulan. Namun, mengingat kesibukan masing-masing anggota PMC dengan pekerjaan, belum sepenuhnya agenda tersebut terealisasikan.  Akhirnya, kadang PMC hanya bisa menggelar agenda tersebut sebanyak dua kali dalam sebulan, terkadang juga pernah dalam satu bulan tidak melakukan kegiatan yang telah diagendakan oleh PMC.

Selama kurun waktu dari 2015 hingga sekarang, telah banyak film yang PMC  putar dan diskusikan bersama dalam kegiatan movie talk. Di antara film-film tersebut misalnya film yang berjudul PINK dan bercerita tentang upaya perempuan korban pemerkosaan mendapatkan keadilan hukum, kemudian ada film PIANIST yang bercerita mengenai politik identitas pada masa Nazi Jerman. Pernah juga memutar film ONCE yang bercerita tentang musisi jalanan di Irlandia. Sedangkan pada nonton berbayar, pernah mereka putar film Istirahatlah Kata-kata, film Turah yang mendapatkan piala Oscar mewakili Indonesia, juga film Ziarah.

Translate »