Monday, May 10, 2021
Home > Gaya Hidup > Ibu dan Anak > Ibu, Ada yang Lebih Baik dari Sekadar Ranking Kelas

Ibu, Ada yang Lebih Baik dari Sekadar Ranking Kelas

Ciri-Anak-Cerdas

Ketika musim terima rapor tiba, banyak orang tua yang dengan bangga memamerkan nilai sekaligus pencapaian ranking atau peringkat kelas anaknya. Puja-puji bertebaran atas pencapaian si anak, apalagi yang mendapat ranking satu di kelas. Lalu, bagaimana dengan orang tua yang anaknya tidak mendapatkan ranking teratas atau sepuluh besar di kelasnya? Reaksi mereka di zaman digital ini sungguh beragam.

Pada kelompok orang tua terakhir ini, ada yang tidak terlalu pusing anaknya mau mendapatkan ranking berapa pun. Ada yang sedikit kecewa atau bahkan kecewa besar lalu buru-buru merampas hak libur anak dengan memorsirnya untuk ikut les mata pelajaran tertentu, yang nilainya dianggap tidak memuaskan. Bahkan, masih ada yang menggunakan kekerasan pada anak yang nilainya jeblok dan tidak mendapatkan ranking di kelas. Mereka memaki si anak, menjatuhkan mentalnya, menghukumnya selama liburan. Ini mereka lakukan karena malu pada rekan-rekannya, yang anaknya mendapat pujian juara kelas dan mendapat nilai bagus.

Tanpa disadari, nilai dan pencapaian ranking kelas menjadi momok yang menakutkan tiap kali terima rapor tiba, baik bagi orang tua maupun anak. Jika orang tua stres dan tertekan anaknya mendapat nilai jelek, si anak pun akan dua kali lebih tertekan dan mengalami stres. Kondisi ini berulang terus-menerus, dari generasi ke generasi jika tidak ada upaya untuk memutus rantai kesalahpahaman akan potensi anak, selain sekadar deretan nilai rapor dan ranking.

Reproduksi kekerasan, rasa tertekan, stres akibat orientasi nilai rapor dan ranking kelas jelas akan berdampak pada pertumbuhan generasi masyarakat yang tidak memiliki pencapaian apa pun, kecuali hanya sekadar angka. Generasi ini pun tidak dapat hidup dengan kualitas kebahagiaan dan penghargaan yang baik. Sementara itu, anak-anak lain tumbuh bahagia dengan apa yang mereka capai serta apa yang mereka mau tanpa dihantui oleh nilai dan ranking.

Facebook Comments