Pelakor adalah akronim dari “Perebut Laki Orang”. Istilah atau julukan ini ramai diperbincangkan berbagai kalangan. Baik di dunia gosip selebritis, rakyat jelata, kalangan sosialita, hingga pejabat. Label Pelakor ditujukan pada perempuan yang masih single, ibu-ibu, janda, hingga perempuan yang statusnya tak jelas sekalipun – yang suka merusak rumah tangga orang lain dengan cara menjalin hubungan spesial dengan sang suami, baik suami wanita yang tak dikenalnya, maupun suami teman karib sendiri. Akibat ulah pelakor ini, tak sedikit para istri yang mengalami sakit hati dan trauma berkepanjangan. Pelakor di era masa kini dianggap semacam musuh bagi kaum wanita kebanyakan.
Kisah-kisah keluarga korban pelakor telah mewarnai kehidupan kita sejak dahulu kala. Bagi masyarakat yang didominasi perspektif patriarki, tak jarang keluarga korban pelakor justru disalahkan, terutama wanita yang suaminya direbut. Wanita korban pelakor justru dihujat tak becus mengurus suami sehingga suami lebih kepincut perempuan lain. Parahnya, para istri korban pelakor sering dihakimi sebagai “wanita yang tak piawai mengurus diri dan rumah tangga”. Sebab sang suami tak betah di rumah dan lebih memilih menghabiskan waktu bersama pelakor.
Pandangan patriarki yang demikian dianggap sebagai hal yang wajar. Sebab wanita hanya dianggap sebagai objek, warga nomor dua yang tak berdaya. Meski demikian, tak sedikit pula istri-istri korban pelakor yang sukses mengembalikan keutuhan rumah tangganya, yakni meyakinkan suami agar meninggalkan si pelakor. Agar harga diri serta kehormatan para istri korban pelakor tidak semakin turun di mata masyarakat dan keluarga, tentu diperlukan berbagai strategi untuk mengatasinya. Ketimbang harus ribut-ribut, mencak-mencak, jambak-jambakan, labrak-labrakan, atau dengan sadis memviralkan aib suami ke media sosial, Sahabat Puan yang sedang menjadi korban pelakor bisa menerapkan tips-tips berikut.
- Bersikap tenang. Jangan panik!
Tenanglah menghadapi pasangan yang tengah kepincut pelakor! Ambil napas dalam-dalam, tahan, kemudian lepaskan dan istighfar atau berdoalah sesuai keyakinan Anda! Yakinkan diri bahwa semua masalah bisa diselesaikan baik-baik dan ada jalan keluarnya! Jangan ambil langkah panik seperti melabrak, menggerebek, menjambak, memukul, dan melakukan aksi kekerasan lainnya!
Jika Anda melakukan hal tersebut, justru akan membuat pelakor senang karena efeknya sang suami akan semakin menjauh dan akan semakin simpati pada si pelakor. Sebab di masa itu, perempuan yang terbaik di mata suami adalah si pelakor, bukan Anda. Wanita yang tenang menghadapi masalahnya akan tampak jauh lebih kuat dan terhormat sehingga tak heran pula bila mengundang simpati orang banyak.
- Tidak mengumbar masalah, seperti mengunggah foto pelakor di medsos
Jangan sekali-kali mengumbar masalah keluarga terkait perilaku pelakor ini di medsos, seperti menyebarkan foto-foto suami dan si pelakor! Apalagi kemudian Anda meneror pelakor lewat medsos hingga upaya ini tercium wartawan untuk meliput kegaduhan keluarga Anda.
