Wednesday, May 19, 2021
Home > Literasi > Resensi > Sy. Fasha: Memoar Daun Suji dan Berkah Kemiskinan

Sy. Fasha: Memoar Daun Suji dan Berkah Kemiskinan

Memoar Daun Suji

Saya mendapatkan buku biografi ini karena memenangkan kuis komentar di akun instagram Bu Yuliana Fasha. Alhamdulillah, saya pikir ini salah satu bentuk perhatian Bu Yuli terhadap masyarakat Jambi agar buku biografi ini bisa dibaca oleh siapa saja. Pemenangnya pun beragam, tak hanya warga Kota Jambi saja. Lah, saya yang warga Kabupaten Muaro Jambi pun bisa terpilih menjadi pemenang. Senang sekali bisa bertemu Bu Yuli dan Pak Fasha yang ternyata ramah. Saat itu para pemenang diajak berfoto, meski bagi saya yang terpenting dari sebuah pertemuan dengan orang-orang besar adalah perbincangan dan bertukar pikiran.

Sekilas melihat kover buku dan membaca judulnya di akun instagram Bu Yuli, Bocah Minyak Jelantah, saya kembali teringat masa kecil saya yang juga pernah merasakan kesulitan dalam hal ekonomi. Makan nasi putih yang dicampur minyak jelantah dan garam saja, tapi makanan itu terasa nikmat apabila kita bersyukur. Komentar saya saat itu sederhana, mengapa saya  menginginkan membaca buku ini? Alasannya pun sederhana, selain saya pencinta buku, Pak Fasha, sebagai walikota Jambi, di mata saya adalah pemimpin yang out of the box yang mampu memberikan inspirasi-inspirasi baru. Contoh kecilnya, Pak Fasha berani mengadakan pesta perayaan imlek bagi kaum minoritas dan hal ini belum pernah ada sebelumnya.

Secara kemasan, buku ini sangat menarik. Disertai foto-foto berwarna Sy. Fasha dari beliau kecil  hingga menjabat sebagai Walikota Jambi. Juga ada nukilan-nukilan Sy. Fasha di tiap bab yang menggugah semangat pembaca untuk selalu melakukan hal-hal positif. Font-nya berwarna biru dongker, sementara judul bab, keterangan foto, nukilan, halaman buku yang terletak di kaki buku, semuanya berwarna oranye. Perpaduan dua warna ini sesungguhnya menarik, namun karena mata saya minus sekaligus silinder, pada beberapa hal ini cukup menyulitkan.

Facebook Comments