Saat tim redaksi menanyakan, bagaimana perkembangan literasi Jambi saat ini? Beliau menjawab cukup menjanjikan, penulis-penulis Jambi harus mempertahankan kualitas, bukan kuantitas, harus bisa mengeksplor kebudayaan ke dalam tulisan, dan menciptakan keterikatan dengan masyarakat pembacanya. Bila ditolak penerbit mayor bisa bekerja sama dengan penerbit lokal. Menjadi penulis haruslah mandiri dan tidak terlalu bergantung pada pemerintah.
Idealnya karya sastra yang baik menurut Meiliana K. Tansri, yakni tentunya ini merupakan pandangan subjektif: memiliki daya jual, diterima oleh pembaca, dan memberikan dampak signifikan terhadap pembaca.
Bagi Sahabat Puan yang suka dunia tulis-menulis atau ingin menjadi penulis seperti beliau, tipsnya sederhana saja. Jangan pernah berhenti menulis sampai kapan pun, sebab proses belajar tidak akan pernah selesai sampai akhir hayat. Bagi yang sudah berusia lanjut tapi ingin belajar menulis? Tidak ada kata terlambat untuk menulis. Mulailah menulis dari sekarang sebab menulis itu mencerdaskan!

Biodata
| Nama | : Meiliana K. Tansri |
| Nama Panggilan | : Mei |
| Tempat dan Tanggal Lahir | : Jambi, 14 Mei 1974 |
| Pendidikan Terakhir | : SMA Xaverius 1 lulus tahun 1993 |
| Hobi | : Membaca dan Nonton Bola |
| Pekerjaan | : Penulis |
| Penulis Favorit | : Oscar Wild, Leo Tolstoi, Stephen King, dan Mochtar Lubis |
| Novel yang telah dihasilkan |
|
| Nama Suami | : Abraham Tambun |
| Nama anak |
|
