Adakah filosofi dari produk-produk yang Mbak Ratna luncurkan?
Setiap saya membuat produk, selalu ada filosofi dan nilai yang terkandung di dalamnya. Seperti Kafia brownies. Kafia saya ambil dari nama anak kedua, Kafia Ayatul Husna Arif. Kenapa Kafia dan bukan anak yang lain? Karena Kafia itu unik. Anaknya mungil, ceria, mudah bergaul, memiliki kemauan keras, telaten, suka menolong, humanis, dan senang berbagi. Kafia juga sangat perhatian dan detail. Sebagai contoh, kalau saya bikin makanan yang menurut Kafia enak, ia akan panggil semua temannya untuk mencicipi. Tapi kalo ngga enak, ya ngga akan diberikan. Semangat Kafia ini yang menginspirasi tagline Kafia Brownies, “Manisnya berbagi bersama”. Berharap dengan produk Kafia, pelanggan kami memiliki semangat seperti Kafia. Untuk produk Makpao, yaitu produk bakpao froozen ini kami dedikasikan untuk kaum ibu. Karena kami sadar, ibu pasti akan memberikan yang terbaik. Dengan Makpao semua jadi mudah. Membantu ibu-ibu menyiapkan sarapan, bekal atau camilan. Cukup kukus 15 menit, semua siap.
Saya dengar, Mbak Ratna membentuk kelas memasak. Tolong ceritakan sejarah singkatnya?
Betul. Kelas memasak saya bernama “Kelas Memasak Kafia”. Kelas memasak ini berdiri pada bulan Oktober 2015. Kelas memasak ini adalah pengejawantahan semangat Kafia dalam berbagi. Sesuai dengan tagline “Manisnya Berbagi Bersama”. Kelas memasak ini gratis. Tempat, alat dan bahan, modul dan pelatih semua disediakan oleh Dapur Kafia. Peserta tinggal datang. Setiap peserta berkesempatan praktik dan hasilnya bisa dibawa pulang untuk dinikmati bersama keluarga. Kami memanfaatkan Dapur Kafia sebagai tempat kursus dengan peralatan seadanya yang ada di Dapur Kafia. Peralatan yang dipunyai hampir semua rumah tangga. Kami ingin memberikan contoh kepada ibu-ibu bahwa berdaya dari dapur sendiri itu bisa. Asal punya kemauan mau memulai dan mau belajar.

Sejauh ini, berapa omset yang pernah diraih oleh Mbak Ratna dalam menjalankan bisnis kuliner ini?
Omset saya tergolong masih kecil. Usaha saya juga masih kategori mikro, makanya saya ingin berbenah agar bisa naik kelas menjadi usaha kecil. Omset terbesar saya biasanya di bulan Ramadhan bisa sampai 30 juta sebulan.
Baca juga: Perempuan Inspiratif ini Meraih Impiannya Melalui Bisnis Online
Kiat apa yang dimiliki oleh Mbak Ratna dalam membangun dan mempertahankan bisnis kuliner ini?
yang pasti terus belajar, terutama belajar manajemen. Baik keuangan, produksi maupun pemasaran. Karena salah satu kendala terbesar usaha mikro seperti saya, tidak tertib manajemennya, sehingga sulit sekali untuk berkembang. Tanpa manajemen yang baik, semua tidak terukur. Karena tidak terukur, maka tidak ada target dan planning. Jadi semua asal jalan. Padahal jika dikelola dengan baik tidak menutup kemungkinan untuk terus tumbuh besar. Dan satu hal lagi, harus kreatif. Pandai membaca peluang dan action. Karena rencana tanpa action itu nothing.
