Thursday, April 16, 2026
Home > Literasi > Resensi > Ketika Modernitas Datang dan Tradisi Belum Ditinggalkan

Ketika Modernitas Datang dan Tradisi Belum Ditinggalkan

Ketika Modernitas Datang dan Tradisi Belum Ditinggalkan

Daisy Manis merupakan salah satu novel terjemahan seri sastra klasik dunia yang ditulis oleh Henry James.  Henry James adalah pengarang roman kelahiran New York, 15 April 1843. Ia meninggal  di Inggris tanggal 28 Februari 1916. Versi aslinya yang berjudul Daisy Miller terbit pada 1878 – telah difilmkan pula.

Novel Daisy Manis bercerita tentang kisah gadis muda Amerika yang cantik bak puteri bangsawan: kaya, polos, tetapi sia-sia dalam menghadapi keangkuhan sosial bangsanya di Eropa. Ia sangat lincah dalam bergaul, semaunya sendiri, tahu batas, tetapi hancur menjadi bahan pergunjingan, hanya karena ia kurang menghormati tata cara dan sopan-santun yang telah menjadi adat setempat.

Kisah dalam novel ini dibuka dengan bertemunya pemuda asal Amerika – Winterbourne –  dan bocah laki-laki berumur sembilan tahun – Randolph Miller – di kota kecil bernama Vevey, Swiss.  Randolph Miller ternyata adalah adik kandung dari Daisy Miller yang memiliki nama asli  Annie P.  Miller. Pertemuan yang tak direncanakan ini membuat Daisy dan Winterbourne berbincang-bincang di sebuah kursi. Menurut adat Amerika yang juga berlaku di Eropa, lelaki muda tidak akan berbicara bebas kepada wanita yang belum menikah, kecuali dengan syarat-syarat tertentu. Namun, Daisy tidak memedulikan itu.

Mereka lalu membuat janji mengunjungi Puri Chillon. Winterbourne juga berjanji akan memperkenalkan Daisy ke bibinya yang bernama Ny. Costello – seorang janda kaya raya dan juga sangat selektif dalam bergaul. Setelah mendengar cerita dari kemenakannya, Ny. Costello menolak untuk dipertemukan dengan Daisy. Menurutnya, Daisy adalah perempuan Amerika yang tak berbudaya karena ia sering bergaul dengan banyak teman lelaki yang pada zaman itu dianggap sangatlah tabu dan melanggar adat.

Meskipun Daisy adalah keluarga kaya yang tinggal dari hotel ke hotel di  beberapa negara di Eropa, tetapi keluarganya (ibunya, adiknya, dan pesuruhnya) dijauhi oleh masyarakat sekitar. Mereka dicap sebagai masyarakat kelas rendah yang tidak lagi menjunjung tinggi adat-istiadat. Sebab, keluarga Daisy memperlakukan Eugenio – pesuruhnya – layaknya sebuah keluarga.

Walaupun hanya pesuruh, Eugenio selalu tampil rapi memakai jas yang bisa dikata pada zaman dahulu adalah pakaian yang mewah. Selain itu, keluarga Daisy selalu makan bersama dengan Eugenio dalam satu meja. Sementara menurut Ny. Costello yang selalu merasa dirinya berada dalam tatanan sosial kelas tinggi sangat menjaga jarak kepada siapa pun. Tak peduli ia kaya raya atau tidak. Baginya seorang pesuruh seharusnya diperlakukan sebagai pesuruh. Hal ini menunjukkan bahwa feodalisme masih berkembang pesat di era itu. Keunikan cerita inilah yang kemudian menjadi konflik antarmereka. Ny. Costello yang kental dengan keangkuhannya dan keluarga Daisy yang humanisme- yang menjunjung tinggi sisi kemanusiaan.

Translate »