Halaman: 1 2
Keluarga yang berada di mobil pertama sudah melakukan tawar-menawar dan disepakati 500 ribu untuk beberapa sesi pemotretan hingga mendapatkan hasil yang memuaskan.
Sebelum kedatangan kami, ada 7 gadis yang datang dari Prembun dan mengalami salah jalan seperti kami, namun lebih parah yakni berputar-putar mencari lokasi hingga 3 jam lamanya. Hanya demi memperoleh jepretan momen kebersamaan dari ikatan persahabatan, mereka rela menempuh aral rintangan. Kami pun terpaksa menunggu sekitar 45 menit lamanya.
Studio ini pada dasarnya tidak menerima jasa pemotretan untuk jumlah lebih dari 10 orang. Akan tetapi, kami sudah terlanjur mendatangi studio tersebut, maka sang pemilik pun bersedia menerima permintaan kami. Sebenarnya, jasa fotografi yang digawangi oleh Mas Feri ini bersedia memotret dengan jumlah orang lebih dari 10, namun bukan di studio melainkan di tempat lain, misalnya di kantor, alam bebas atau tempat lainnya.
Mengantuk menjadi tantangan kami sebelum berfoto karena malam semakin larut dan mata mengajak terkatup. Saat ketujuh perempuan muda selesai diabadikan gambarnya, Mas Feri pun menyediakan properti untuk pemotretan kami. Layar putih diturunkan, 3 kotak diletakkan untuk dijadikan tempat duduk. Mas Feri pun mengarahkan gaya dan sesekali mengatakan: “Katakan cheese atau kuda.” Kami pun serentak berucap: “Kuda.”
Pengambilan foto keluarga selesai tak sampai 1 jam lamanya. Hasil pun bisa diambil pada 10 hari setelahnya. Kami pulang dengan penuh kebahagiaan di malam yang semakin kelam nan penuh bintang-bintang.
