Wednesday, June 24, 2026
Home > Peluang Bisnis > Budidaya Kopi di Jangkat: Perubahan dan Peluang Usaha

Budidaya Kopi di Jangkat: Perubahan dan Peluang Usaha

Setelah melalui berbagai rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas, hampir semua desa dampingan di Merangin mulai menunjukkan perbaikan dalam pengelolaan kebun kopi, mulai dari budidaya, panen, hingga paska panen. Para petani kopi pun mulai menyadari bahwa perubahan tersebut memiliki nilai ekonomi yang tentu saja membutuhkan waktu dan konsistensi. Proses pendampingan intensif pun dilakukan untuk menjaga upaya perbaikan agar terus dilakukan dan menunjukkan hasil yang optimal.

Fakta ini sebagaimana disbeutkan oleh Sofyan, bahwa  saat ini produksi kopi yang mereka peroleh jauh meningkat. “ Kalau dulu hasil panen satu ton per hektar, per tahun saja sulit, sekarang dengan perbaikan teknik budidaya produksinya bisa mencapai dua ton per hektar, per tahun. Belum lagi harga jualnya lebih tinggi karena kami sudah menggunakan teknik petik merah pada saat panen. Kopi bisa dihargai empat kali lipat dari hasil panen asalan,” jelasnya.

Proses pembelajaran antar desa pun dibangun dengan pembentukan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Hal ini memperluas dampak dalam konteks pengembangan kopi Merangin yang tidak hanya bicara pada skala desa, melainkan satu hamparan. Melalui Gapoktan ini diharapkan masyarakat antar desa dapat saling mendukung satu sama lain sebagai satu kesatuan. Misalnya dalam hal pembagian peran antara produksi, pengolahan, pemasaran, atau mengembangkan peluang usaha lainnya. (Elviza Diana/Wenny Ira W)

Translate »