Wednesday, June 24, 2026
Home > Peluang Bisnis > Budidaya Kopi di Jangkat: Perubahan dan Peluang Usaha

Budidaya Kopi di Jangkat: Perubahan dan Peluang Usaha

Begitu pula saat penjemuran hasil kopi yang tidak diperhatikan akan turut mempengaruhi tingkat kualitas kopi yang dihasilkan. “ Semuanya dipetik saja, mau warna hijau, kuning atau merah digabung jadi satu. Ini berpengaruh dari harga jualnya yang sangat rendah,” ungkap salah seorang petani kopi.

Minimnya pengetahuan budidaya kopi yang baik ini membuat hasil panen kopi tidak bisa diandalkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Hal ini sebagaimana diakui oleh Rida, salah satu petani kopi di desa Baru.  “Kalau cuma ngandalin kopi, kita tidak bisa menyekolahkan anak. Hasilnya tidak banyak dan harga jualnya juga masih rendah. Tapi di sekolah lapang kami mendapatkan informasi tentang budidaya kopi yang seharusnya dilakukan,” ungkapnya.

Proyek OPAL ini juga memfasilitasi kegiatan studi banding perwakilan para petani dari tujuh desa dampingan untuk melihat praktik teknik budidaya kopi yang berhasil di kebun kopi pakar HKm (Hutan Kemasyarakatan) Binawana Pekon, desa Tri Budi syukur, Kecamatan Kebun Tebu, provinsi Lampung Barat. Diharapkan dengan melihat contoh keberhasilan petani kopi di daerah lain, masyarakat mulai memahami bahwa persoalan rendahnya produksi selama ini disebabkan oleh teknik budidaya dan pemilihan bibit.

Melalui studi banding ini, peserta mendapatkan motivasi dan pengetahuan baru terkait penyeragaman pohon dalam produksi kopi, melalui pola atau teknik penyambungan (okulasi) dan perlakuan paska panen dengan pola petik buah merah. Tidak hanya budidaya, peserta juga belajar mengenai bagaimana petani kopi di Lampung dalam melakukan pengolahan serta pemasaran produknya.

Namun, studi banding saja tidaklah cukup untuk mengubah kebiasaan petani dalam melakukan perawatan dan pengelolaan kopi. Seperti halnya di Kerinci, para petani kopi di Merangin pun mendapat pembekalan dan peningkatan kapasitas melalui sekolah lapang serta pendampingan intensif. Salah satu kegiatan yang sangat membantu petani dalam memahami pertingnya tindakan perawatan terhadap tanaman kopi Robusta adalah penyusunan dan pembahasan kalender musim.

Melalui kalender musim, petani dapat menentukan waktu terbaik untuk pemeliharaan kebun kopi milik mereka, mulai dari kapan harus melakukan pemeliharaan tunas baru, pemangkasan ranting, pemupukan, penyambungan, hingga penyulaman tanaman. Contohnya pada bulan Februari, tunas banyak tumbuh di bulan ini sehingga petani harus melakukan seleksi tunas produksi. Kalender musim ini sangat bermanfaat bagi petani sebagai alat kendali pengeloaan tanaman kopi.

Translate »