Wednesday, May 19, 2021
Home > Peluang Bisnis > Kopi Codot, Bisnis Petani Kopi Pegunungan Tanggamus

Kopi Codot, Bisnis Petani Kopi Pegunungan Tanggamus

Masyarakat yang tinggal di sekitar pegunungan Tanggamus, Lampung telah menanam kopi sebagai tanaman utama sejak lama. Namun, ada yang unik pada masyarakat tersebut, yaitu dikenalnya jenis kopi yang memiliki sebutan kopi Codot. Pernahkah sahabat Puan mendengar istilah kopi Codot?

Bagi banyak orang, kopi Codot agaknya terdengar baru.  Padahal, kopi Codot merupakan jenis kopi Robusta yang ditanam di lereng gunung Tanggamus. Dinamai kopi Codot, karena kopi ini merupakan hasil memungut dari sisa makanan Codot, hewan sejenis kelelawar yang termasuk satwa Nocturnal dan hanya aktif pada malam hari. Jika Luwak memakan biji kopi dan kemudian kopi dipungut dari kotorannya, Codot justru hanya memakan daging buah kopi, sementara bijinya dibuang begitu saja. Dalam hal ini, Codot memilih buah kopi yang berwarna merah.

Jenis kopi yang dikenal dengan sebutan kopi Codot inilah, yang kemudian diolah oleh Kelompok Tani Wanita Hutan (KTWHUT) Himawari di desa Margoyoso, kecamatan Sumberejo, kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. KTWHUT Himawari merupakan salah satu lembaga yang terdapat di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) HKM Beringin Jaya. Gapoktan ini, pada tahun lalu pernah dianugerahi predikat terbaik pertama, untuk kategori pemegang izin pengelolaan hutan kemasyarakatan pada lomba Wana Lestari tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementrian Lingkungan Hidup.

Kopi Codot yang ternyata memiliki rasa khas serta citra rasa tersendiri, selama ini hanya dikonsumsi  sendiri oleh para petani yang ada di Tanggamus. Namun, kadang petani mencampur kopi Codot dengan kopi lain untuk dijual dengan harga murah. Eka Nur Fitriasari, selaku ketua KTWHUT Himawari menyebutkan, bahwa setelah mencoba memasarkan kopi Codot, tanggapan pasar sangat baik. “Kita bisa jual kopi Codot mentah yang ada cangkangnya itu dipasaran, harganya bisa jadi sampai Rp. 40.000 per kilogram,” sebutnya.

Facebook Comments