Halaman: 1 2
Setelah turun dari tebing, tantangan berikutnya adalah menyusuri pinggir sungai yang berjeram. Kita pun harus melalui dinding sungai yang hanya menyediakan kayu-kayu mati sebagai titian yang dibawahnya sudah merupakan sungai dengan kedalaman cukup lumayan. Sesampainya di sekitar air terjun, kita harus melewati batu-batuan cukup besar dengan riak air cukup deras.
Namun kelelahan serta sulitnya jalan menuju air terjun Nilo cukup terbayarkan ketika telah sampai di hadapan air terjun Nilo yang bagai tercurah dari terowongan raksasa. Air terjun Nilo tercurah dari jalur yang diapit dua bukit kebun kopi. Sebab kesejukan serta kejernihan airnya lumayan menyegarkan dan membuat rileks. Begitu juga rintik embun yang dihasilkan oleh air terjun.
Air terjun Nilo memang hanya terdiri dari satu tingkat saja, namun aliran jeram dibawahnya terdiri dari tiga hingga empat tingkat yang didominasi oleh bebatuan besar-besar. Sayangnya bebatuan disekitar air terjun agak licin karena banyak ditumbuhi lumut. Sedikit orang yang memang berjiwa petualang bersedia datang ke air terjun. Penduduk sekitar memanfaatkannya untuk mencari ikan di sela bebatuan air terjun dengan cara memberi obat merek Potas.
Disarankan yang ingin mengunjungi air terjun ini untuk membawa peralatan seperti parang yang akan berguna untuk menebas semak belukar ketika menyusuri tebing, juga membawa tali tambang untuk berjaga-jaga ketika menuruni tebing. Jika tidak repot juga disarankan membawa persediaan air serta makanan yang cukup, karena lokasi air terjun jarang terdapat warung.

Untuk persediaan air jika habis, kita dapat memanfaatkan air segar yang mengucur dari batu-batu alami sungai, atau dapat juga meminta ke rumah-rumah warga yang kita temui ketika dalam perjalanan pulang. Warga disekitar kebun kopi cukup ramah bila dimintai air minum, bahkan beberapa memang ada yang menyediakan air putih untuk orang yang singgah dari perjalanan.
Keasyikan perjalanan menuju air terjun Nilo tidak hanya ketika sampai di air terjun saja. Pulangnya, kita dapat mencari tanaman sayuran maupun buah-buahan yang ada di kebun. Tanaman selada air misalnya, dapat kita ambil gratis karena tumbuh liar di beberapa titik perjalanan pulang. Begitu juga buah-buahan seperti jambu biji merah. Kita juga akan disuguhi pemandangan luar biasa tentang kehidupan disekitar lembah Masurai dari beberapa lokasi yang tinggi.
