Thursday, April 16, 2026
Home > Lingkungan > Suara Gugatan Perempuan Korban Lapindo: Apa yang Terjadi pada Tubuh Kami? Di Mana Tanggung Jawab Negara?

Suara Gugatan Perempuan Korban Lapindo: Apa yang Terjadi pada Tubuh Kami? Di Mana Tanggung Jawab Negara?

“Besaran angka kontaminasi logam berat dalam tubuh udang dan ikan ini sangat mengkhawatirkan, mengingat dalam rantai makanan, akumulasi logam berat dalam tubuh biota akan semakin banyak terkumpul pada organisme yang lebih tinggi. Artinya, jika pada tubuh biota sekitar semburan lumpur Lapindo ditemukan unsur logam berat yang tinggi, ancaman adanya logam berat yang terakumulasi dalam tubuh manusia juga akan tinggi,” ujar Rere.

Kontaminasi logam berat juga terkonfirmasi ada dalam sumur warga di desa-desa sekitar semburan lumpur Lapindo. Pada pembacaan dari dua desa: Gempolsari di Kecamatan Tanggulangin dan Glagaharum di Kecamatan Porong, ditemukan kandungan timbal (Pb) 2-3 kali diatas ambang batas yang diperbolehkan, dan kandungan kadmium (Cd) hingga 2 kali di atas ambang batas yang diperbolehkan. Ini mengakibatkan air sumur di sekitar semburan lumpur Lapindo tidak bisa dipakai sebagai konsumsi air minum warga.

Jika memadukan temuan logam berat, gas dan PAH pada wilayah sekitar semburan lumpur Lapindo yang menunjukkan tingkat cemaran yang kuat, dapat diduga memberikan pengaruh terhadap kualitas kesehatan warga yang masih beraktivitas di sekitar semburan lumpur Lapindo. Rere menunjukkan bahwa logam berat dapat memengaruhi kondisi kesehatan mereka yang terpapar secara langsung baik melalui air, sedimen lumpur, maupun udara. Dari dua unsur logam berat, yaitu kadmium (Cd) dan timbal (Pb) yang ditemukan oleh WALHI Jatim di wilayah sekitar semburan lumpur Lapindo diketahui dapat memengaruhi kualitas kesehatan. “Timbal di dalam darah kita dapat menyebabkan gangguan kronis dan akut pada ginjal serta memicu penyakit jantung, seperti hipertensi atau iskemia. Sementara kadmium di dalam tubuh manusia juga dapat menyebabkan gangguan ginjal dan kekakuan paru-paru,” jelas Rere lagi.

Hubungan logam berat dan kesehatan korban Lapindo bisa dilihat berdasarkan pemeriksaan kesehatan yang telah dilakukan sebelumnya. Dari hasil pemeriksaan kesehatan terhadap 20 korban lapindo yang dilakukan secara acak, ditemukan 10 korban lapindo (50%) mengalami kelainan pada pemeriksaan darah dan urine, sedangkan 4 korban lapindo (20%) mengalami kelainan pada pemeriksaan toraks. Temuan ini juga menguatkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Menular (BTKL PPM) pada tahun 2010 yang menemukan 81% sampel warga di Desa Besuki, Glagah Arum, Gempol Sari, Kali Tengah mengalami gangguan restriksi paru-paru.

“Kami hendak mempertanyakan di mana tanggung jawab negara melihat situasi kesehatan korban Lapindo seperti sekarang ini. Munculnya berbagai gejala penyakit berat yang sebelumnya tidak pernah ada menunjukkan ada yang berubah pada tubuh kami. Negara harusnya hadir untuk memastikan ada jaminan keselamatan pada warganya, jika warga dibiarkan tinggal di wilayah yang telah rusak dan beracun tanpa jaminan kesehatan apa pun, sama saja mereka membunuh kami perlahan-lahan,” gugat Harwati

Translate »